Antisipasi Karhutla, Posko Sangatta Utara Petakan Kawasan Rawan Gambut

Posko Karhutla Sangatta Utara yang beroperasi sejak 4 September 2026 menjadi pusat koordinasi penanganan kebakaran di sejumlah kawasan rawan, terutama rawa dan lahan gambut.

KUTAI TIMUR – Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mengaktifkan Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sejak 4 September 2026 untuk memperkuat koordinasi penanganan kebakaran selama musim kemarau. Sejumlah kawasan rawan, terutama lahan gambut, telah dipetakan karena berulang kali mengalami kebakaran.

Camat Sangatta Utara Hasdiah Dohi mengatakan, Posko Karhutla dipusatkan di halaman Kantor Camat Sangatta Utara. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi bagi tim yang melakukan pemantauan maupun penanganan kebakaran di lapangan.

“Kegiatan karhutla mulai dari tanggal 4 September kami membuka posko untuk Kecamatan Sangatta Utara, itu tujuannya adalah bagaimana koordinasi kami terhadap tim yang ada di lapangan itu bisa menyatu dan bisa terkoordinir dari posko itu sendiri,” ujar Hasdiah saat ditemui di Kantor Camat Sangatta Utara, Sabtu (19/09/2026).

Menurut Hasdiah, sejumlah kawasan telah dipetakan sebagai titik rawan Karhutla. Lokasi tersebut antara lain kawasan Guru Besar dan Kenyamukan, area belakang Masjid Al-Faruq Sangatta dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, kawasan Bukit Pelangi, serta wilayah perbatasan Swarga Bara dengan Kecamatan Rantau Pulung.

“Tapi yang paling sering itu daerah Menyamukan, Guru Besar, dan di belakang masjid,” katanya.

Hasdiah menjelaskan, kebakaran di sejumlah titik tersebut dapat terjadi berulang kali karena karakteristik lahannya. Beberapa kawasan merupakan rawa dan lahan gambut sehingga api dapat kembali muncul meski sebelumnya telah dilakukan pemadaman.

“Lokasinya sih kami anggap di situ-situ saja, tapi sering menyala berkali-kali. Terus daerah Bukit Pelangi, karena kalau kita lihat, memang di situ rawa, gambut, jadi itu yang sering,” ujarnya.

Selain lokasi yang berulang kali terbakar, Karhutla juga dilaporkan terjadi di kawasan belakang Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 wilayah Singa Gembara serta di perbatasan Swarga Bara dengan Rantau Pulung.

Melalui pengoperasian Posko Karhutla dan pemetaan kawasan rawan, Kecamatan Sangatta Utara berharap koordinasi antartim di lapangan semakin cepat sehingga kebakaran dapat segera ditangani dan risiko perluasan api selama musim kemarau dapat ditekan. []

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *