Pemcam Sangatta Utara mendorong percepatan penyediaan jaringan listrik dan air bersih bagi permukiman baru yang terus berkembang, dengan sejumlah lokasi telah diusulkan dan menjalani survei.
KUTAI TIMUR – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mendorong percepatan penyediaan jaringan listrik dan air bersih bagi warga di sejumlah permukiman baru. Kebutuhan tersebut dinilai mendesak seiring pesatnya pertumbuhan kawasan hunian yang belum sepenuhnya terjangkau infrastruktur dasar.
Camat Sangatta Utara Hasdiah Dohi mengatakan masih terdapat sejumlah Rukun Tetangga (RT) di kawasan permukiman baru yang belum mendapatkan akses listrik maupun air bersih.
Salah satu kondisi tersebut ditemukan di kawasan belakang Kalimutu. Wilayah yang sebelumnya memiliki permukiman terkonsentrasi di bagian depan itu kini berkembang hingga ke area belakang, sementara jaringan listrik belum menjangkau seluruh bangunan baru.
“Banyak RT yang belum teraliri listrik. Maksudnya karena pertama, permasalahannya itu seperti kampung yang baru, contoh kayak di Kelimutu, depannya sudah, bangunan-bangunan yang baru itu di belakang,” ujar Hasdiah ke media ini saat ditemui di ruang kerjanya Sabtu siang (19/09/2026).
Menurut Hasdiah, salah satu kendala utama penyediaan listrik adalah belum tersedianya tiang dan jaringan yang menjangkau kawasan permukiman baru. Persoalan akses infrastruktur dasar serupa juga terjadi pada penyediaan air bersih.
Pemcam Sangatta Utara telah mengusulkan kebutuhan tersebut dan lokasi yang diusulkan disebut telah menjalani survei. Pemerintah kecamatan kini menunggu tindak lanjut pemasangan jaringan.
“Tapi mudah-mudahan tahun ini itu kan sudah kita usulkan dan sudah disurvei, tinggal mungkin tinggal menunggu pemasangannya,” katanya.
Hasdiah menjelaskan, penyediaan jaringan juga menghadapi tantangan karena sebagian rumah warga tersebar dengan jarak relatif berjauhan. Meski jumlah rumah pada beberapa lingkungan belum banyak, kebutuhan terhadap listrik dan air bersih tetap dinilai harus mendapat perhatian.
“Karena jaraknya juga masih jauh-jauh, tapi namanya masyarakat, walaupun dia berjauhan, jaraknya satu dengan yang lain dan lingkungannya cuma beberapa, tapi mereka butuh fasilitas itu,” ujarnya.
Kebutuhan jaringan listrik dan air bersih di permukiman baru juga menjadi salah satu aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Kendati demikian, Hasdiah menyebut usulan pembangunan di wilayah Sangatta Utara masih banyak didominasi kebutuhan infrastruktur lingkungan berupa semenisasi dan drainase.
Dengan usulan yang telah diajukan dan lokasi yang telah disurvei, Pemcam Sangatta Utara berharap pemasangan jaringan listrik dan air bersih dapat direalisasikan pada 2026 sehingga masyarakat di kawasan permukiman baru memperoleh akses yang lebih memadai terhadap pelayanan dasar. []
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan