oplus_2

UIN Palangka Raya Perkuat Fondasi Akademik untuk Go Global

UIN Palangka Raya memperkuat riset, sitasi dosen, kelas internasional, sistem data, dan keberlanjutan kampus sebagai fondasi menuju jejaring pendidikan tinggi global.

PALANGKA RAYA – UIN Palangka Raya mulai membenahi sejumlah fondasi internal untuk memperkuat daya saing di tingkat pendidikan tinggi global. Penguatan kualitas penelitian, peningkatan sitasi dosen, kesiapan kelas internasional, integrasi data akademik, hingga pengelolaan kampus berkelanjutan menjadi agenda yang dibahas dalam rapat strategis di lingkungan UIN Palangka Raya, Senin (21/09/2026).

Rapat yang dipimpin Rektor UIN Palangka Raya Ahmad Dakhoir itu berlangsung di Ruang Rapat Rektorat. Pertemuan diikuti jajaran Wakil Rektor, Tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Ketua Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (PKK), serta unsur terkait lainnya.

Pembahasan diarahkan pada penataan berbagai indikator yang dapat memperkuat posisi UIN Palangka Raya dalam jejaring perguruan tinggi internasional. Salah satu instrumen yang menjadi perhatian ialah QS World University Rankings (QS WUR), yang digunakan sebagai salah satu tolok ukur untuk memetakan perkembangan kualitas dan keterhubungan universitas di tingkat global.

Dalam agenda tersebut, produktivitas dan dampak penelitian dosen menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Sitasi dinilai penting karena menunjukkan sejauh mana hasil penelitian akademisi digunakan atau dirujuk oleh peneliti lain.

Penguatan sitasi tidak hanya berkaitan dengan jumlah publikasi, tetapi juga dengan kualitas dan relevansi penelitian yang dihasilkan. Karena itu, peningkatan produktivitas riset diharapkan dapat memperluas kontribusi keilmuan sekaligus memperkuat rekam jejak akademik UIN Palangka Raya.

Selain riset, kesiapan pembukaan kelas internasional turut menjadi bagian dari pembahasan. Agenda tersebut membutuhkan dukungan yang lebih luas, mulai dari penyesuaian kurikulum, kapasitas dosen, penggunaan bahasa asing dalam pembelajaran, hingga pengembangan kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri.

Internasionalisasi juga diarahkan untuk membuka ruang kolaborasi penelitian, mobilitas akademik, serta interaksi antara sivitas akademika UIN Palangka Raya dan komunitas pendidikan tinggi global. Dengan demikian, kelas internasional tidak hanya diposisikan sebagai program pembelajaran, tetapi sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik.

Aspek lain yang dibahas ialah kebutuhan membangun sistem data yang akurat dan terintegrasi. Data akademik, penelitian, publikasi, sitasi, kerja sama internasional, serta indikator pendukung lainnya perlu ditata secara berkelanjutan agar dapat digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengambilan kebijakan.

Agenda tersebut juga dikaitkan dengan penguatan keberlanjutan kampus melalui UI GreenMetric. Konsep ini mendorong perhatian terhadap pengelolaan lingkungan perguruan tinggi, termasuk penggunaan energi dan air, pengelolaan sampah, transportasi, tata ruang kampus, serta pengembangan pendidikan dan penelitian yang mendukung keberlanjutan.

Seluruh agenda itu menunjukkan bahwa upaya menuju pendidikan tinggi berorientasi global tidak hanya bertumpu pada pencapaian peringkat. Pembenahan tata kelola, mutu akademik, sumber daya manusia, produktivitas penelitian, sistem data, dan jejaring internasional menjadi bagian yang saling berkaitan.

Sebagaimana dilansir UIN Palangka Raya, Senin (21/09/2026), pembahasan tersebut menegaskan bahwa QS WUR diposisikan sebagai salah satu cermin untuk mengukur perkembangan kualitas universitas, bukan sebagai tujuan akhir.

Melalui pembenahan dari sisi internal dan perluasan jejaring eksternal, UIN Palangka Raya diarahkan untuk membangun ekosistem akademik yang mampu menghasilkan penelitian berdampak, menghadirkan pembelajaran berstandar global, memperluas kolaborasi internasional, sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *