United Russia diproyeksikan memperoleh 355 dari 450 kursi Duma setelah meraih 57,83 persen suara dalam pemilu legislatif Rusia yang berlangsung di tengah perang dengan Ukraina.
MOSKOW – Partai United Russia yang mendukung Presiden Rusia Vladimir Putin diproyeksikan tetap menguasai mayoritas Duma setelah meraih 57,83 persen suara dalam pemilihan legislatif Rusia. Dengan lebih dari 95 persen suara telah dihitung, partai tersebut diperkirakan memperoleh 355 dari total 450 kursi Duma.
Hasil sementara itu membuat United Russia mempertahankan mayoritas konstitusional di lembaga legislatif Rusia. Pemilu yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi pemilihan parlemen pertama sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.
Pemungutan suara juga berlangsung di sejumlah wilayah Ukraina yang berada di bawah kendali Rusia sejak 2022, termasuk Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Ukraina mengecam pelaksanaan pemungutan suara di wilayah tersebut dan menyatakan proses serta hasilnya ilegal.
Kontestasi politik itu berlangsung ketika perang Rusia-Ukraina masih berlanjut. Pada hari terakhir pemungutan suara, serangan pesawat nirawak Ukraina dalam jumlah besar dilaporkan menyasar wilayah Moskow. Otoritas Rusia menyebut lebih dari 1.600 pesawat nirawak telah ditembak jatuh sejak Sabtu, termasuk sekitar 450 yang diarahkan ke Moskow. Serangan tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan turut merusak fasilitas kilang minyak serta bangunan lainnya.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menuding serangan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan pemilu. Pernyataan itu disampaikan ketika proses pemungutan suara masih berlangsung dan serangan udara menjadi salah satu gangguan keamanan yang terjadi bersamaan dengan agenda politik nasional Rusia.
“Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu pemilu. Musuh gagal mencapainya,” kata Sobyanin, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Senin, (21/09/2026).
Sementara itu, hasil penghitungan sementara menunjukkan perolehan United Russia meningkat dibandingkan pemilu legislatif sebelumnya pada 2021. Saat itu, partai tersebut memperoleh 49,8 persen suara. Dengan proyeksi 355 kursi, United Russia akan menguasai hampir 80 persen kursi Duma.
Komposisi tersebut mempertahankan posisi United Russia sebagai kekuatan utama di parlemen Rusia. Mayoritas konstitusional memungkinkan partai tersebut mempertahankan kemampuan untuk meloloskan undang-undang tertentu serta mengajukan perubahan konstitusi tanpa dukungan partai lain.
Pemilu ini juga menjadi perhatian karena berlangsung dalam situasi politik dan keamanan yang ketat. Reuters melaporkan tingkat partisipasi pemilih mencapai sekitar 59,3 persen dari sekitar 111 juta pemilih, sementara sejumlah kandidat dan kelompok yang menentang perang menghadapi pembatasan untuk mengikuti kontestasi.
Dengan hasil sementara tersebut, susunan baru Duma akan tetap didominasi United Russia, sementara proses penghitungan suara dan penetapan hasil resmi masih berlanjut. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan