PUPR Kalsel menargetkan sedikitnya 375 tenaga konstruksi mengikuti bimtek, pelatihan, dan sertifikasi setiap tahun sehingga dalam lima tahun sasaran peserta mencapai sekitar 1.875 orang.
BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan (Kalsel) menargetkan sedikitnya 375 tenaga konstruksi mengikuti bimbingan teknis, pelatihan, dan sertifikasi kompetensi setiap tahun. Jika konsisten terealisasi, program tersebut diproyeksikan menjangkau sekitar 1.875 peserta dalam lima tahun.
Target itu menjadi bagian dari upaya PUPR Kalsel memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor konstruksi sekaligus meningkatkan jumlah tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pekerjaan. Program tersebut dilaksanakan melalui Bidang Bina Konstruksi dengan dukungan anggaran serta kebijakan pemerintah daerah.
Kepala PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, melalui Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Bidang Bina Konstruksi, Ihsan Riskiyandi, mengatakan penguatan kapasitas tenaga konstruksi dilakukan melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan fasilitasi sertifikasi.
Pada anggaran murni 2026, Bidang Bina Konstruksi telah memfasilitasi 245 peserta mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan. Selain itu, fasilitasi Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) tenaga ahli diberikan kepada 60 orang.
“Pada anggaran murni 2026, Bidang Bina Konstruksi telah memfasilitasi 245 peserta mengikuti kegiatan bimtek dan pelatihan. Sementara itu, fasilitasi Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) tenaga ahli telah diberikan kepada 60 orang,” ungkapnya.
Dari 60 penerima fasilitasi SKK tersebut, sebanyak 20 orang berasal dari jabatan kerja arsitek, sedangkan 40 orang merupakan tenaga ahli keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Sertifikasi mencakup jenjang tenaga ahli muda, madya, dan utama.
Untuk memperluas cakupan program pada anggaran perubahan 2026, PUPR Kalsel menyiapkan dua kegiatan tambahan, yakni Bimtek Ahli Perencanaan Tata Ruang dan Pelatihan Tenaga Ahli K3.
Kedua kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas tenaga konstruksi sekaligus mendukung pemenuhan kompetensi yang dibutuhkan sebelum mengikuti proses sertifikasi. Pelatihan tenaga ahli K3 dirancang lebih mendalam dibandingkan bimtek dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan beban pembelajaran 24 jam pelajaran (JP).
“Kedua kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di aula Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, dengan target minimal 35 peserta untuk masing-masing kegiatan. Penjaringan peserta saat ini telah dilakukan,” kata Ihsan, Senin (21/09/2026), sebagaimana dilansir MC Kalsel, Senin (21/09/2026).
Ihsan menjelaskan, bimtek dan pelatihan merupakan bagian dari pemberdayaan tenaga konstruksi yang berfungsi menunjang pelaksanaan sertifikasi kompetensi. Dengan demikian, peningkatan jumlah peserta pelatihan diharapkan berjalan beriringan dengan bertambahnya tenaga konstruksi yang memenuhi standar kompetensi.
Target tahunan sebanyak 375 peserta tersebut mengacu pada arahan melalui surat edaran Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum. Jika dihitung dalam periode lima tahun, jumlah peserta yang menjadi sasaran mencapai sekitar 1.875 orang.
Dua kegiatan tambahan pada anggaran perubahan 2026 masing-masing menargetkan sedikitnya 35 peserta. Penjaringan peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut telah dilakukan dan seluruh pelaksanaan direncanakan berlangsung di aula PUPR Kalsel.
Ihsan optimistis target pengembangan kompetensi tenaga konstruksi dapat direalisasikan dengan dukungan pemerintah daerah, terutama Gubernur Kalsel dan Kepala PUPR Kalsel.
“Insya Allah, dengan dukungan besar dan sepenuhnya dari Pak Gubernur maupun Kepala Dinas, target tersebut bisa tercapai untuk Kalsel,” pungkasnya. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan