Razia Gabungan Lapas Nunukan Temukan Puluhan Barang Terlarang

Razia gabungan Lapas Nunukan bersama TNI, Polri, dan BNN menemukan 60 barang terlarang serta diikuti tes urine WBP sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan dan penyalahgunaan narkotika.

NUNUKAN – Sebanyak 60 barang terlarang ditemukan dalam razia gabungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan, Senin (21/09/2026). Temuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperketat pengawasan sekaligus mendeteksi lebih dini potensi gangguan keamanan dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Razia melibatkan jajaran Lapas Nunukan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan tes urine terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Barang yang ditemukan dalam pemeriksaan kamar hunian dan sejumlah area Lapas itu terdiri atas sembilan sendok besi, 18 botol kaca, delapan gunting kuku dan pinset, empat kaca, empat paku, satu gergaji besi, satu silet, serta 15 cukuran jenggot.

Pemeriksaan dilakukan secara acak setelah seluruh personel mengikuti apel bersama. Petugas gabungan menyisir sejumlah lokasi dengan tetap mengedepankan ketelitian, ketertiban, serta prosedur yang berlaku.

Selain mencari barang yang berpotensi mengganggu keamanan, petugas juga melakukan tes urine terhadap WBP. Langkah tersebut diarahkan sebagai instrumen deteksi dini untuk mengetahui sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan narkotika di dalam Lapas.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Nunukan Donny Setiawan mengatakan razia dan tes urine merupakan tindak lanjut atas arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dalam memperkuat keamanan dan ketertiban. Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Senin, (21/09/2026).

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Ditjenpas dalam rangka memperkuat deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban serta mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas. Sinergi bersama TNI, Polri dan BNN sangat penting untuk memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan secara bersama-sama,” ujar Donny.

Menurut Donny, pengawasan terhadap lingkungan pemasyarakatan membutuhkan keterlibatan lintas instansi. Kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan lembaga terkait dinilai penting untuk memperkuat pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.

“Melalui sinergi ini, kami berharap Lapas Nunukan dapat terus menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif, sehingga seluruh program pembinaan Warga Binaan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Seluruh barang hasil razia selanjutnya akan dimusnahkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Lapas Nunukan juga menyatakan akan melanjutkan deteksi dini, meningkatkan pengawasan, serta memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, BNN, dan instansi terkait. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga lingkungan Lapas tetap aman dan kondusif sehingga proses pembinaan WBP dapat berjalan tanpa terganggu oleh potensi pelanggaran keamanan maupun penyalahgunaan narkotika. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *