Evakuasi Sulit, WN Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Bali

Sepeda motor dan helm yang ditemukan tanpa pemilik menjadi salah satu petunjuk pencarian hingga tim SAR menemukan WN Rusia G. Artem meninggal dunia di bawah tebing Tanjung Mebulu, Badung.

BALI – Sepeda motor dan helm tanpa diketahui pemiliknya menjadi salah satu petunjuk awal dalam pencarian seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia, G. Artem (40), yang ditemukan meninggal dunia di bawah tebing kawasan Tanjung Mebulu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (26/09/2026).

Petunjuk tersebut ditemukan di sekitar kawasan Tebing Karang Boma, Kuta Selatan, sebelum tim pencarian dan pertolongan menemukan korban di antara bebatuan di bawah tebing. Pencarian dilakukan setelah G. Artem dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak Rabu (23/09/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya mengatakan informasi mengenai hilangnya korban diterima pada Sabtu sekitar pukul 05.40 WITA atau Waktu Indonesia Tengah dari Basarnas Command Center (BCC) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pusat.

Menurut dia, informasi awal mengenai keberadaan sepeda motor dan helm yang ditinggalkan tanpa diketahui pemiliknya turut membantu mengarahkan pencarian ke kawasan Tanjung Mebulu.

“Minimnya keterangan lanjutan serta saksi mata, maka petugas siaga mengkoordinasikan hal itu dengan Polsek Kuta Selatan dan Babinsa Pecatu,” kata Sidakarya, Sabtu (26/09/2026), sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Minggu, (27/09/2026).

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kemudian dilakukan tim gabungan di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir korban berada. Pada pukul 11.45 WITA, petugas melakukan pemantauan udara menggunakan drone thermal di area sekitar tepi tebing.

Hasil pemantauan awal belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan korban. Namun, sekitar lima menit kemudian, tim menerima informasi dari masyarakat yang mencium bau tidak sedap di sekitar lokasi.

Petugas bersama masyarakat selanjutnya melakukan penelusuran hingga menemukan jenazah di bawah tebing. Posisi korban berada di antara bebatuan sehingga tim harus memastikan lokasi sebelum proses evakuasi dilakukan.

“Setelah dilakukan penelusuran, masyarakat menemukan keberadaan jenazah di bawah tebing, diantara bebatuan. Masyarakat kemudian berinisiatif menggunakan drone untuk memastikan posisi korban dari jarak yang lebih dekat,” kata Wahyu.

Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar Wahyu Sidhiarta mengatakan proses evakuasi dimulai sekitar pukul 13.10 WITA. Tim bergerak menuju lokasi korban melalui jalur Pantai Nyang-Nyang.

Medan terjal dan bebatuan membuat proses evakuasi tidak dapat dilakukan dengan mudah. Kondisi air pasang juga mengharuskan tim menunggu hingga permukaan air surut agar proses pengangkutan korban menuju pesisir dapat dilakukan.

“Adapun kendala yang tim SAR hadapi dalam mengevaluasi korban, yang pertama terkendala air pasang. Jadi kita harus menunggu air surut, yang ke dua jalan yang terjal dan bebatuan,” ujarnya.

Setelah sekitar dua jam proses evakuasi, jenazah berhasil dibawa menuju pesisir Pantai Nyang-Nyang pada pukul 15.00 WITA. Korban kemudian diangkut menggunakan ambulans Klinik Nusa Medika menuju Rumah Sakit Prof. Ngoerah, Kota Denpasar, untuk penanganan lebih lanjut.

“Setelah terevakuasi, korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans Klinik Nusa Medika menuju Rumah Sakit Prof. Ngoerah, Kota Denpasar, untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.

Sidakarya sebelumnya menjelaskan, korban diketahui tidak lagi memberikan kabar kepada rekannya sejak Rabu (23/09/2026). Minimnya informasi mengenai keberadaan korban membuat petugas berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta Selatan dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Pecatu.

Temuan sepeda motor dan helm di sekitar Tebing Karang Boma kemudian menjadi salah satu petunjuk dalam operasi pencarian. Sepeda motor tersebut diamankan kepolisian karena belum diketahui pemiliknya, sementara pencarian berlanjut hingga korban ditemukan di bawah tebing pada Sabtu siang. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *