NUSA TENGGARA TIMUR — Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka. Insiden yang terjadi pada Rabu (4/2/2026) itu diduga dipicu oleh ulah anak kandung pemilik rumah berinisial AY, yang disebut mengalami gangguan kejiwaan.
Peristiwa bermula ketika ibu pelaku, MN (73), baru kembali dari kegiatan Posyandu lansia sekitar pukul 13.30 Wita. Ia kemudian meminta cucunya, MA (11), mengantarkan ikan kepada AY yang berada di rumah. Namun situasi justru berubah tegang saat AY memarahi anak tersebut hingga membuat MA ketakutan dan melarikan diri.
Kasi Humas Polres Sikka Ipda Leonardus Tunga menjelaskan, kepanikan MA dipicu oleh suara gaduh dari dalam rumah. “Anak itu berlari keluar karena ketakutan setelah mendengar bunyi benturan keras seperti piring, gelas, meja, dan lemari yang diduga dibanting pelaku,” ujarnya.
Tak lama kemudian, MN yang berada di rumah kerabatnya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi mulai mendengar keributan. Saat keluar untuk memastikan keadaan, ia mendapati asap tebal disertai kobaran api telah melalap rumahnya.
Api dengan cepat menghanguskan bangunan beserta seluruh isinya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. “Tidak ada korban meninggal, tetapi seluruh barang di dalam rumah habis terbakar dengan estimasi kerugian sekitar Rp60 juta,” kata Leonardus.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kondisi kejiwaan pelaku serta kronologi pasti kebakaran yang menghanguskan rumah tersebut. Peristiwa ini sekaligus menyoroti pentingnya penanganan serius terhadap warga dengan gangguan kesehatan mental agar tidak berujung pada kejadian berbahaya. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan