ilustrasi

Anak-Anak Temukan Jenazah di Rumah Kosong, Polisi Turun ke Lokasi

Polres Kubu Raya menyatakan tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh WH yang ditemukan meninggal di teras rumah kosong di Desa Parit Baru.

KUBU RAYA – Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya memastikan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada jenazah WH, pria berusia 31 tahun yang ditemukan meninggal dunia di teras rumah kosong di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (19/06/2026) siang.

Jenazah warga setempat itu pertama kali diketahui sekelompok anak yang sedang bermain di kawasan Jalan Parit Nomor 2, Gang Flamboyan 2, sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka mendatangi rumah kosong tersebut setelah mencium aroma tidak sedap dari lokasi.

Setelah melihat seorang pria dalam kondisi tidak bernyawa di teras rumah, anak-anak itu berlari dan memberi tahu warga sekitar. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Raya.

Tim Identifikasi Polres Kubu Raya bersama personel Polsek Sungai Raya lalu melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengidentifikasi korban. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kubu Raya Ambril melalui Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat (Kasubsie Penmas) Ade menyampaikan keterangan itu, sebagaimana diberitakan Pontianak Informasi, Jumat, (19/06/2026).

“Saat ditemukan, jenazah WH berada dalam posisi telentang di teras rumah dengan mengenakan kaos cokelat dan celana pendek abu-abu. Di sekitar lokasi juga terdapat tumpukan sampah plastik,” kata Ade dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Ade, polisi melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban untuk memastikan ada atau tidaknya dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan luar oleh Tim Identifikasi, tidak ditemukan luka menganga maupun tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh dan kepala korban,” ujar Ade.

Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga, WH diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan mental semasa hidupnya. Kondisi itu juga disebut sesuai dengan kebiasaan korban yang kerap singgah di lokasi tersebut.

“Dari pemeriksaan singkat terhadap para saksi, diketahui korban WH mengidap gangguan jiwa semasa hidupnya. Hal ini juga sinkron dengan kondisi di TKP yang merupakan tempat korban sering singgah,” katanya.

Setelah olah TKP selesai, petugas bersama warga mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka Yayasan Budi Bhakti Marga Chai di Jalan Parit Nomor 2 untuk proses pemakaman. Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi.

“Pihak keluarga secara resmi menolak dilakukan visum maupun autopsi dan telah mengikhlaskan kepergian korban,” tutup Ade.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar, terutama karena jenazah ditemukan di rumah kosong yang kerap menjadi tempat singgah korban. Polisi memastikan penanganan di lokasi telah dilakukan sesuai prosedur, sementara keluarga memilih melanjutkan proses pemakaman. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com