Ancaman Lewat Telepon, Warga Sangatta Nyaris Tertipu

KUTAI TIMUR — Jajaran Polres Kutai Timur bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat melalui Call Center 110 terkait dugaan penipuan bermodus pencatutan nama kepolisian, Sabtu, (03/01/2026). Respons sigap tersebut berhasil menggagalkan upaya kejahatan siber yang menargetkan data pribadi warga.

Petugas mendatangi kediaman pelapor di Jalan Yos Sudarso IV, Gang Rejeki 4, Sangatta, setelah menerima laporan adanya telepon mencurigakan yang mengatasnamakan aparat kepolisian.

Peristiwa bermula sekitar pukul 10.20 WITA, ketika seorang warga bernama Uce Prasetio menerima panggilan dari nomor tak dikenal. Penelepon mengaku sebagai perwira SPKT Polres Kutim bernama “Ipda Budi” dan menyampaikan informasi palsu bahwa data pribadi korban diduga digunakan dalam tindak pidana di Semarang. Pelaku kemudian mendesak korban agar segera datang ke Polres Kutim, disertai nada intimidatif.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menegaskan, setelah dilakukan pengecekan langsung oleh Tim Pamapta Regu III dan Piket Fungsi, dipastikan bahwa telepon tersebut merupakan aksi penipuan.

“Begitu menerima laporan, anggota langsung kami turunkan ke rumah pelapor untuk memastikan situasi aman. Setelah diverifikasi, tidak ditemukan personel Polres Kutim dengan identitas yang disebutkan. Ini adalah murni modus penipuan dengan teknik social engineering untuk menakut-nakuti korban,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

Menurutnya, langkah cepat tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Kutim dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menindaklanjuti setiap aduan yang masuk melalui layanan darurat 110.

Kapolres juga mengapresiasi sikap pelapor yang tidak gegabah dan memilih melakukan klarifikasi kepada pihak berwenang sebelum menuruti permintaan pelaku.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada panggilan dari nomor asing yang mengaku sebagai polisi. Kepolisian tidak pernah menangani perkara dengan cara mengancam lewat telepon, apalagi meminta data pribadi atau uang,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, petugas memberikan edukasi kepada pelapor agar segera memblokir nomor pelaku serta mengabaikan segala bentuk ancaman atau tekanan lanjutan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif, serta potensi kerugian berhasil dicegah berkat respons cepat aparat dan kewaspadaan warga. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com