SAMARINDA – Di tengah ketatnya persaingan produk makanan ringan, Keripik Tempe Arsy88 berhasil mencuri perhatian pasar di Kota Samarinda dan sejumlah daerah di Kalimantan Timur. Produk olahan tempe ini mengalami peningkatan permintaan seiring meluasnya jaringan pemasaran ke berbagai swalayan nasional dan lokal.
Keripik Tempe Arsy88 diproduksi oleh Risma Ika Tulandari, dengan lokasi rumah produksi di Mugirejo, Gang Manunggal 2 Nomor 42, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Usaha ini merupakan pengembangan dari bisnis tempe rumahan yang telah dirintis keluarga sejak tahun 2005.

Pada awalnya, usaha tersebut hanya memproduksi tempe segar untuk dititipkan di warung-warung sekitar tempat tinggal dengan kapasitas produksi sekitar lima kilogram per hari. Namun, kondisi pasar mendorong Risma untuk melakukan inovasi.
“Awalnya kami hanya membuat tempe dan menitipkannya di warung. Produksinya juga masih kecil. Namun, pada 2017 harga tempe relatif murah, sehingga kami harus memikirkan cara agar nilai jualnya lebih tinggi. Dari situ muncul ide untuk mengolahnya menjadi keripik tempe,” ujar Risma, Rabu (14/01/2026).
Untuk memperkuat identitas produk dan menghindari klaim dari pihak lain, Risma memberi nama merek “Arsy”, yang diambil dari nama keponakannya, cucu pertama dalam keluarga. Pada 2023, angka “88” ditambahkan sebagai pelengkap, hingga lahirlah merek Keripik Tempe Arsy88 yang dikenal saat ini.
Keripik Tempe Arsy88 hadir dalam sejumlah varian rasa, di antaranya original, balado, sapi panggang, keju, dan barbeque. Namun, tidak semua varian diproduksi setiap hari karena mempertimbangkan daya simpan produk. “Untuk rasa, kami tidak meracik dengan sistem takaran besar. Saya menggunakan bumbu yang sudah bermerek dan pembuatannya bersifat opsional, biasanya jika ada pesanan. Karena memang daya simpannya tidak terlalu lama,” jelasnya.
Produk tersebut dikemas dalam ukuran 250 gram. Varian original dipasarkan dengan harga Rp32.000 per kemasan, sementara varian rasa dijual seharga Rp34.000 per kemasan.
Saat ini, Keripik Tempe Arsy88 mengolah sekitar enam kilogram kedelai per hari dengan proses produksi yang dilakukan secara rutin. Dalam operasionalnya, Risma dibantu oleh empat orang pekerja. “Kami satu hari menggunakan 6 kilo kedelai dan produksi dilakukan setiap hari. Untuk penjualan, produk kami sudah menyebar di beberapa daerah di Kalimantan Timur melalui swalayan nasional dan lokal, dengan dibantu empat orang pekerja,” ujarnya.
Dalam hal pemasaran, Risma menekankan pentingnya menjaga komunikasi dengan pemasok bahan baku dan pihak pengelola toko sebagai kunci keberlanjutan usaha.
“Komunikasi dengan supplier dan manajemen toko sangat penting. Saya selalu menjaga hubungan dengan manajer atau bagian area agar kerja sama tetap berjalan baik,” tutup Risma. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan