Amerika Serikat melanjutkan operasi militer terhadap Iran sebagai respons atas serangan terhadap pangkalan militernya di Yordania dan insiden kapal tanker di Mesir.
WASHINGTON D.C – Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah jeda lima hari. Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command/CENTCOM) menyebut operasi tersebut sebagai respons atas serangan yang sebelumnya ditujukan ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania serta kapal tanker milik negara itu di Mesir.
Dalam keterangannya, CENTCOM menyatakan operasi militer dimulai pada Rabu malam waktu Amerika Serikat atau Kamis dini hari waktu Iran. “Pasukan AS mulai meluncurkan serangan ke Iran pada pukul 20.00 hari ini [Rabu waktu AS atau Kamis pukul 03.00 waktu Iran],” demikian pernyataan CENTCOM di X.
Mereka lalu berujar, “Serangan tersebut merupakan respons kuat atas upaya serangan Iran kemarin terhadap pasukan AS di Timur Tengah.”
Serangan terbaru itu dilakukan setelah Iran menggempur pangkalan Amerika Serikat di Yordania sehari sebelumnya. Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengakui serangan tersebut dan menegaskan perlawanan akan terus berlanjut apabila tindakan yang mereka sebut sebagai agresi ilegal Amerika Serikat tidak dihentikan.
Ketegangan juga dipicu insiden terpisah ketika kapal tanker pengangkut gas milik Amerika Serikat terbakar setelah dihantam drone di pelabuhan Mesir. Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. IRGC hanya menyatakan pasukannya telah menembaki tiga kapal yang dinilai tidak mematuhi peringatan di Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan negaranya akan memberikan respons yang lebih keras terhadap Iran. “Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras karena sekarang giliran kami untuk menyerang mereka. Mereka tahu itu akan terjadi,” kata Trump, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis (30/07/2026). []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan