TARAKAN — Organisasi Olahraga Domino (ORADO) Kalimantan Utara menunjukkan keseriusannya membangun fondasi olahraga domino yang profesional dan berstandar nasional. Organisasi yang baru terbentuk ini langsung melangkah cepat dengan menggelar pelatihan wasit berskala profesional pertama di Indonesia.
Kegiatan bertajuk Training of Trainers (TOT) wasit tersebut berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (16–17 Januari 2026), bertempat di Gedung Sri Tower, Kota Tarakan. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh pengurus Pengurus Cabang (Pengcab) ORADO dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Utara.
Ketua Pengurus Provinsi ORADO Kaltara, Ade Kurniawan, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan agenda perdana setelah kepengurusan resmi dilantik. Menurutnya, peningkatan kualitas perwasitan menjadi kunci utama dalam membangun olahraga domino yang berintegritas dan dipercaya publik.
Ia menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk melahirkan instruktur wasit yang tidak hanya memahami aturan teknis pertandingan, tetapi juga memiliki sikap profesional, kepemimpinan, serta integritas tinggi. Para peserta diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas wasit di daerah masing-masing.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan seluruh wasit memiliki pemahaman yang sama terhadap regulasi terbaru, mampu mengambil keputusan secara objektif, dan menjunjung tinggi etika kepemimpinan di arena pertandingan,” ujar Ade, Sabtu (17/01/2026).
Ade mengungkapkan, Kalimantan Utara menjadi salah satu daerah pertama di Indonesia yang berani menggelar pelatihan wasit domino dengan standar profesional. Langkah tersebut, kata dia, bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga membawa tanggung jawab besar untuk menjadi contoh bagi daerah lain.
“Kami ingin menunjukkan bahwa domino bisa dikelola secara serius dan profesional. Kalimantan Utara harus menjadi rujukan bagi pembinaan perwasitan domino di tingkat nasional,” tegasnya.
Selain fokus pada perwasitan, ORADO Kaltara juga menaruh perhatian besar pada pembinaan atlet domino. Organisasi ini dibentuk untuk menjaring potensi atlet daerah sejak dini dan membina mereka secara berkelanjutan agar mampu bersaing di level nasional.
“Tujuan kami bukan sekadar menggelar pertandingan, tetapi membangun jalur prestasi yang jelas bagi atlet domino daerah, dari tingkat kabupaten hingga kejuaraan nasional,” jelas Ade.
Sebagai tindak lanjut pelatihan TOT wasit, ORADO Kaltara memastikan akan menggelar Kejuaraan Cabang (Kejurcab) di lima kabupaten/kota. Ajang tersebut akan menjadi sarana seleksi awal untuk memetakan atlet-atlet potensial yang akan dibina menuju level provinsi dan nasional.
Dengan pelatihan wasit profesional dan agenda kejuaraan daerah yang terstruktur, ORADO Kaltara optimistis mampu menciptakan ekosistem olahraga domino yang tertata, berdaya saing, serta diakui secara nasional. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan