Basarnas mengakhiri operasi khusus pencarian dan penyelamatan KMP Mutiara Sentosa II setelah seluruh 238 korban berhasil dievakuasi, dengan pemantauan rutin tetap dilakukan di lokasi kejadian.
SURABAYA – Seluruh korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep (Sumenep), Pulau Madura, Jawa Timur (Jatim), telah berhasil dievakuasi. Seiring selesainya proses evakuasi terhadap 238 orang, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi mengakhiri operasi khusus pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR) serta mengalihkannya ke operasi rutin siaga.
Keputusan tersebut diumumkan Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, setelah rombongan terakhir berjumlah 62 korban tiba di Posko Terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jatim, sekitar pukul 14.10 WIB, Selasa (04/08/2026).”Karena itu, secara resmi saya sampaikan bahwa operasi SAR secara khusus dalam penanganan kedaruratan KM Mutiara Sentosa II secara resmi saya alihkan kepada operasi rutin, yaitu operasi kesiap-siagaan yang dikendalikan oleh Kepala Kantor SAR Surabaya,” kata Syafii, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa (04/08/2026).
Menurut Syafii, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 238 orang. Jumlah tersebut mencakup penumpang, anak buah kapal (ABK), cabin crew, serta tenaga bantuan operasi. Dari total korban, lima orang dinyatakan meninggal dunia.”Karena itu, saya sampaikan secara resmi kepada rekan-rekan media bahwa dengan jumlah penumpang yang kita konfirmasi 238, di mana ada cabin crew, kemudian ada penumpang, dan juga ada tenaga bantuan operasi yang ada di kapal itu.””Sementara bisa kita sinkronkan bahwa jumlah korban dan juga jumlah penumpang yang ada di dalam kapal sementara sesuai,” sambung Syafii.
Meski operasi khusus telah ditutup, Basarnas Surabaya tetap menjalankan operasi rutin dengan fokus pemantauan di sekitar lokasi kebakaran kapal.”Pelaksanaan operasi rutin ini tetap akan kami fokuskan kepada perairan di mana lokasi kejadian terjadi,” ujarnya.
Basarnas juga memastikan pencarian dapat kembali dibuka apabila muncul laporan dari masyarakat mengenai anggota keluarga yang diduga belum ditemukan.”Sambil menunggu kita juga memiliki posko-posko aduan. Kita semuanya berharap tidak sampai ada pengaduan adanya keluarga yang belum ditemukan. Dan andai saja ada pengaduan itu, tentunya operasi akan kita laksanakan disesuaikan dengan situasi kondisi yang ada. Kita akan buka operasi lagi untuk melaksanakan pencarian,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Syafii turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan unsur gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dipulangkan. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan