BALIKPAPAN – Bank Indonesia (BI) Balikpapan menyelenggarakan Program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 guna memastikan ketersediaan uang rupiah bagi masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Program ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat yang biasanya meningkat menjelang Hari Raya.
Program yang mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah” tersebut menjadi wujud komitmen Bank Indonesia dalam menjaga ketersediaan uang layak edar (ULE) di masyarakat, sekaligus memberikan kemudahan akses penukaran uang selama periode Ramadan dan Lebaran.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Bank Indonesia Balikpapan menyiapkan uang layak edar sebesar Rp2 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 11 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp1,8 triliun.
Peningkatan penyediaan uang layak edar ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap tingginya permintaan uang tunai menjelang Idulfitri. Pada periode tersebut, masyarakat umumnya membutuhkan uang tunai untuk berbagai keperluan, seperti pembayaran kebutuhan konsumsi, pemberian tunjangan hari raya, hingga tradisi berbagi kepada keluarga dan kerabat.
Selain menyediakan uang tunai dalam jumlah besar, Bank Indonesia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan berbagai layanan transaksi pembayaran digital. Layanan tersebut antara lain melalui mobile banking, internet banking, serta QRIS, yang dinilai mampu memberikan kemudahan dan efisiensi dalam bertransaksi selama Ramadan dan Idulfitri.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, melalui keterangan tertulis menyampaikan bahwa hingga 12 Maret 2026, realisasi uang kartal yang telah dikeluarkan kepada masyarakat mencapai Rp1,16 triliun atau sekitar 60 persen dari total uang layak edar yang telah disiapkan dalam program SERAMBI 2026.
“Alokasi uang layak edar yang belum ditukarkan akan dioptimalkan realisasinya pada minggu terakhir Ramadan, yaitu pada 13 hingga 17 Maret 2026,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sisa uang layak edar yang masih tersedia saat ini didominasi oleh uang pecahan besar. Pecahan tersebut umumnya digunakan masyarakat untuk kebutuhan transaksi ritel maupun pembayaran dengan nominal yang lebih besar menjelang Lebaran.
Sementara itu, dari sisi kuota penukaran uang, animo masyarakat tercatat cukup tinggi. Hingga pertengahan Maret 2026, sebanyak 24.027 paket penukaran atau sekitar 90 persen dari total 26.620 paket penukaran yang disiapkan dalam kegiatan SERAMBI 2026 telah terserap oleh masyarakat.
Selama pelaksanaan program ini, Bank Indonesia Balikpapan juga menyediakan berbagai layanan penukaran uang melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga keuangan. Layanan tersebut dilaksanakan bersama perbankan, Pegadaian, serta Perbarindo yang tersebar di wilayah Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser.
Pada Termin I yang berlangsung pada 14 hingga 27 Februari 2026, layanan penukaran uang dilakukan melalui kas keliling di sejumlah tempat ibadah di Balikpapan, layanan penukaran di loket perbankan, serta kas keliling tematik yang hadir dalam kegiatan Bazar Ramadan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Festival Ramadan Ekonomi Kreatif di Taman Bekapai Balikpapan.
Selanjutnya, pada Termin II yang berlangsung pada 1 hingga 15 Maret 2026, layanan penukaran diperluas melalui berbagai titik pelayanan. Layanan tersebut meliputi loket perbankan, kas keliling peduli mudik di Bandara SAMS Sepinggan dan Pelabuhan Semayang, serta layanan penukaran terpadu bersama perbankan dan Pegadaian di BSCC Dome Balikpapan.
Selain itu, Bank Indonesia juga menggelar kas keliling tematik di sembilan titik pasar Ramadan yang tersebar di Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser. Layanan ini bertujuan memudahkan masyarakat yang sedang beraktivitas di pasar Ramadan, terutama saat membeli takjil dan kebutuhan berbuka puasa.
Melihat tingginya animo masyarakat menjelang Idulfitri, Bank Indonesia kembali membuka layanan penukaran uang melalui program “Layanan Peduli Mudik”. Program ini ditujukan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dan membutuhkan uang tunai sebelum keberangkatan.
Layanan tersebut akan dilaksanakan pada 16 dan 17 Maret 2026 di Bandara SAMS Sepinggan dan Pelabuhan Semayang Balikpapan dengan menyediakan kuota sebanyak 400 paket penukaran bagi calon penumpang pesawat maupun kapal laut yang akan melakukan perjalanan mudik.
Melalui berbagai layanan tersebut, Bank Indonesia berharap masyarakat dapat memperoleh uang rupiah layak edar dengan lebih mudah, aman, dan nyaman menjelang Hari Raya Idulfitri. Program SERAMBI juga diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan serta memperkuat penggunaan rupiah dalam setiap transaksi di Indonesia. []
Penulis: Irwanto Sianturi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan