Camat Sangatta Selatan Siap Lanjutkan Program dan Inovasi

KUTAI TIMUR — Pelantikan pejabat baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) tidak hanya menandai pergantian struktur birokrasi, tetapi juga membawa amanah dan tanggung jawab baru bagi para pejabat yang dilantik. Salah satunya adalah Dewi Dohi yang resmi mengemban tugas sebagai Camat Sangatta Selatan.

Bagi Dewi, penugasan ini bukan sekadar perpindahan jabatan dalam roda pemerintahan daerah. Lebih dari itu, ia memaknai pelantikan tersebut sebagai amanah untuk membangun wilayah yang memiliki keterikatan emosional dan sejarah panjang dengan perjalanan hidupnya.

Ia mengungkapkan bahwa Sangatta Selatan bukanlah wilayah asing baginya. Sejak kecil hingga dewasa, Dewi tumbuh dan besar di kawasan tersebut, bahkan memiliki akar sejarah keluarga yang kuat di daerah itu.

“Sebenarnya ya namanya jabatan itu amanah ya. Buat saya dari awal konsepnya tetap sama bahwa yang namanya jabatan itu tetap amanah. Nah, untuk Sangatta Selatan sendiri bukan sesuatu yang baru karena saya dari lahir sampai tua di sana. Nenek moyang saya agresi militer Belanda kedua sudah di selatan. Jadi saya sebenarnya pulang kampung,” ujarnya Senin, (26/01/2026).

Dengan latar belakang tersebut, Dewi menilai penugasan sebagai Camat Sangatta Selatan memiliki makna personal sekaligus tanggung jawab moral yang besar. Ia merasa memiliki kewajiban untuk memberikan kontribusi terbaik bagi wilayah yang menjadi bagian dari sejarah keluarganya.

Dewi juga mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui secara pasti mengenai penunjukan sebagai Camat Sangatta Selatan pada hari pelantikan. Informasi tersebut diterimanya pada pagi hari sebelum acara resmi digelar. “Saya baru tahu pagi ini. Kemarin sebenarnya sempat dengar, gitu kan. Cuman saya enggak tahu persisnya di mana,” katanya.

Terkait langkah awal kepemimpinannya, Dewi menyampaikan bahwa dirinya tidak akan terburu-buru melakukan perubahan besar. Ia memilih untuk terlebih dahulu mempelajari program-program yang telah berjalan, sekaligus menyiapkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menyebut Kecamatan Sangatta Utara sebagai salah satu contoh keberhasilan yang dapat dijadikan rujukan dalam pembangunan wilayah. “Ya, yang pasti untuk saat ini saya masih mengikuti program-program yang ada sambil saya coba pelajarin terkait dengan inovasi, saya kira sebenarnya Sangata Utara sudah bisa jadi contoh. Kita studi tirunya enggak usah jauh-jauh ya,” imbuhnya.

Selain penguatan program pembangunan, Dewi menegaskan komitmennya untuk tetap konsisten pada isu kebersihan dan penataan lingkungan. Hal tersebut sejalan dengan latar belakang dan pengalamannya yang cukup panjang di bidang lingkungan hidup dan kehutanan (LHK).

Menurutnya, persoalan sampah dan lingkungan merupakan isu mendasar yang harus ditangani secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat. ” Yang pasti dari awal saya memang konsisten di sampah ya. Di lingkungan harapannya untuk ke depan Sangatta Selatan tetap fokus di pembenahan di lingkungan kita,” pungkasnya.

Dengan pengalaman birokrasi dan pemahaman terhadap karakter wilayah, Dewi Dohi diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang adaptif, responsif, serta berpihak pada kebutuhan masyarakat Sangatta Selatan, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat kecamatan. []

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com