China dan Rusia menyambut baik MoU AS-Iran serta meminta semua pihak mematuhi komitmen untuk mencegah eskalasi baru di kawasan Teluk Persia.
MOSKOW – Nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuka peluang meredakan ketegangan di kawasan Teluk Persia setelah China dan Rusia menyatakan dukungan terhadap komitmen awal kedua negara tersebut, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Kamis, (18/06/2026).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Lin Jian, mengatakan Beijing menyambut baik perkembangan itu. China berharap AS dan Iran benar-benar menjalankan isi kesepakatan yang telah diteken.
“China menyambut baik perkembangan ini dan berharap semua pihak terkait, termasuk AS dan Iran, menjunjung semangat atas perjanjian tersebut dan sungguh-sungguh menghormati komitmen mereka,” kata Lin Jian dalam konferensi pers, Kamis (18/6), seperti dikutip AFP.
Lin Jian juga berharap AS dan Iran tetap rasional serta “mencari jalan tengah” dalam merumuskan kesepakatan final. Sikap itu dinilai penting agar proses menuju perdamaian tidak terganggu oleh perbedaan kepentingan kedua negara.
Dukungan serupa disampaikan Kemlu Rusia melalui pernyataan resmi. Moskow meminta seluruh pihak yang terlibat mematuhi kesepakatan yang telah dibuat agar ketegangan tidak kembali meningkat.
“Kami menyambut baik kesepakatan yang tercapai dari jarak jauh oleh presiden kedua negara, Donald Trump dan Miroslav Pezeschkian, untuk mengakhiri konflik militer antara AS dan Iran. Kami mencatat komitmen bersama yang teguh yang ditunjukkan Washington dan Teheran untuk secara ketat mematuhi ketentuan-ketentuan tersebut,” demikian pernyataan Kemlu Rusia, seperti dikutip Anadolu Agency.
Kemlu Rusia menekankan seluruh pihak perlu mengikuti aturan selama periode yang telah ditentukan. Langkah itu dianggap penting untuk mencegah eskalasi baru di kawasan.
“Kami berharap terwujudnya perdamaian akan membantu memulihkan kepercayaan dalam hubungan antar negara di kedua sisi Teluk Persia, dan navigasi yang aman dan tanpa hambatan dapat berlanjut di Selat Hormuz,” demikian pernyataan Kemlu Rusia.
MoU AS-Iran diteken secara digital sebagai cikal bakal perjanjian damai kedua negara. Kesepakatan itu memuat komitmen untuk mengakhiri perang di semua front, termasuk di Lebanon.
Selain penghentian perang, MoU tersebut juga mencakup pembahasan program nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS terhadap Iran. AS dan sekutunya juga disebut berkomitmen memberikan kompensasi kepada Iran atas kerusakan yang ditimbulkan selama perang.
Dukungan China dan Rusia menunjukkan bahwa kesepakatan awal AS-Iran tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral Washington dan Teheran, tetapi juga menjadi perhatian negara-negara besar karena berkaitan dengan stabilitas Teluk Persia dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan