Festival Karate INKAI Kotabaru menjadi wadah pembentukan mental atlet pemula sekaligus memperkuat regenerasi untuk meningkatkan prestasi Kotabaru di tingkat Kalsel hingga nasional.
KOTABARU – Pembinaan atlet pemula menjadi salah satu fokus dalam pengembangan olahraga karate di Kabupaten Kotabaru (Kotabaru). Festival/Pertandingan Karate Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kotabaru Tahun 2026 dimanfaatkan sebagai ruang untuk menguji kemampuan sekaligus membangun keberanian bertanding para karateka sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti sekitar 120 karateka. Sebanyak 80 peserta mengikuti kategori pertandingan, sedangkan 40 lainnya berpartisipasi dalam kategori festival.
Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kotabaru M.N. Asikin mengatakan kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari konsolidasi organisasi dan persiapan atlet menghadapi berbagai agenda olahraga mendatang.
“Tujuannya silaturahmi antar-karateka INKAI Kabupaten Kotabaru, kemudian konsolidasi organisasi dan persiapan event-event yang akan datang,” ujar M.N. Asikin di Kotabaru, sebagaimana dilansir Antara, Selasa, (08/09/2026).
Para peserta berasal dari sejumlah dojo di Kotabaru, antara lain Dojo Kodim 1004, Dojo Senakin, dan dojo dari wilayah Ujung Sungai Durian. Format pertandingan dibuat dalam bentuk semi-turnamen terbuka sehingga dapat menjadi sarana mengevaluasi kemampuan atlet sekaligus melatih kesiapan mental bertanding.
Asikin berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan agar proses pembinaan atlet tidak berhenti pada satu kompetisi. Menurut dia, Forki dapat melaksanakan kegiatan minimal dua kali dalam setahun, sementara INKAI juga diharapkan memiliki agenda rutin untuk mempersiapkan atlet.
“Harapan kami kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun. Untuk Forki minimal dua kali setahun, sementara INKAI juga diharapkan memiliki kegiatan rutin sebagai persiapan atlet,” katanya.
Pembinaan tersebut dinilai penting karena semakin banyak ruang latihan dan kompetisi, semakin besar pula kesempatan bagi karateka Kotabaru untuk berkembang. Pengembangan atlet juga didorong dengan melibatkan berbagai perguruan karate yang berada di daerah tersebut.
“Yang paling penting adalah ada upaya bersama. Kita berharap karateka di Kotabaru tumbuh dan berkembang dengan banyaknya perguruan yang ada,” jelasnya.
Dari sisi capaian, Asikin menyebut karate Kotabaru saat ini berada dalam jajaran enam besar di tingkat Kalimantan Selatan (Kalsel). Posisi tersebut menjadi pijakan untuk mengejar daerah-daerah yang selama ini lebih dominan dalam persaingan prestasi karate di tingkat provinsi.
“Di Kalimantan Selatan kita masuk enam besar. Memang masih di bawah beberapa daerah favorit seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Bumbu dan daerah lainnya. Ke depan kita mendorong agar Kotabaru bisa masuk ke kelas utama Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Pelatih tim Senakin Haryadi mengatakan pihaknya membawa sekitar 15 atlet dalam festival tersebut dan sebagian besar merupakan karateka pemula. Menurut dia, pengalaman mengikuti pertandingan penting untuk membentuk keberanian sekaligus mental atlet sejak tahap awal pembinaan.
“Tujuannya untuk melatih mental karena mereka merupakan pemula. Harapannya, mudah-mudahan ke depannya kami lebih semangat lagi untuk berlatih,” kata Haryadi.
Pengalaman bertanding tersebut diharapkan menjadi modal bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan dan menjaga konsistensi latihan. Dengan pembinaan yang berlangsung secara rutin dan kompetisi yang semakin banyak, Kotabaru berpeluang memperkuat regenerasi atlet serta meningkatkan daya saing di tingkat provinsi hingga nasional. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan