KOTAWARINGIN TIMUR — Situasi mencekam terjadi di kawasan Eks Golden Sampit, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, ketika perkelahian yang melibatkan beberapa pria pecah pada Kamis (05/03/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden yang berlangsung menjelang pagi itu berakhir dengan satu orang mengalami luka akibat senjata tajam.
Lokasi kejadian sendiri selama ini dikenal warga sebagai salah satu titik rawan yang sering dikaitkan dengan aktivitas peredaran narkotika. Keributan tersebut pun langsung mengundang perhatian warga sekitar yang terkejut mendengar suara keributan di waktu subuh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, perkelahian tersebut diduga melibatkan empat pria berinisial A, D, N, dan E. Dalam peristiwa tersebut, mereka disebut saling menyerang menggunakan senjata tajam jenis parang.
Akibat serangan tersebut, salah satu pria berinisial D mengalami luka sabetan di bagian tangan. Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Luka yang dialami korban cukup serius sehingga harus mendapatkan perawatan intensif, termasuk tindakan penjahitan pada bagian yang terluka.
Seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian mengatakan bahwa perkelahian terjadi saat sebagian besar warga masih berada di rumah menjelang waktu pagi.
Menurut warga tersebut, keributan terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu singkat.
“Peristiwa itu terjadi menjelang pagi. Ada beberapa orang yang terlibat perkelahian dan salah satu di antaranya terkena senjata tajam,” ujar warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Aparat kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas juga mengumpulkan sejumlah keterangan dari warga serta pihak-pihak yang diduga mengetahui kejadian tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti perkelahian serta latar belakang konflik yang memicu insiden berdarah tersebut. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan