Facebook dan Instagram Bakal Batasi Waktu Remaja

Meta mengajukan kesepakatan hingga 16,7 miliar dolar AS dalam gugatan 47 negara bagian AS sekaligus menyetujui pembatasan waktu dan jam akses media sosial bagi pengguna di bawah 18 tahun.

JAKARTA – Meta menyepakati serangkaian pembatasan baru bagi pengguna remaja Facebook dan Instagram setelah perusahaan tersebut mengajukan kesepakatan senilai hingga 16,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp278 triliun untuk mengakhiri gugatan yang diajukan gabungan 47 negara bagian Amerika Serikat (AS). Kesepakatan itu masih menunggu persetujuan pengadilan federal.

Usulan penyelesaian perkara tersebut diajukan ke pengadilan federal pada Rabu (26/08/2026). Selain nilai pembayaran, Meta berkomitmen mengubah sejumlah fitur dan kebijakan yang berkaitan dengan penggunaan media sosial oleh pengguna berusia di bawah 18 tahun.

Salah satu ketentuan utama adalah pembatasan waktu penggunaan platform Meta. Remaja akan dibatasi menggunakan layanan Meta maksimal dua jam setiap hari, meskipun orang tua tetap dapat mencabut pembatasan tersebut.

Aturan itu juga akan diterapkan pada seluruh akun apabila Meta menemukan seorang pengguna memiliki beberapa akun. Pengguna di bawah umur juga tidak diperbolehkan mengakses platform Meta mulai tengah malam hingga pukul 06.00.

Meta turut mengusulkan fitur yang disebut mode sekolah. Dalam mode tersebut, notifikasi akan dibisukan secara otomatis pada pukul 08.00 hingga 15.00. Pengecualian diberikan untuk pesan langsung (SMS) dan pemberitahuan yang berkaitan dengan keamanan akun.

Kebijakan baru itu menjadi bagian dari upaya pemerintah negara bagian di AS menekan risiko penggunaan media sosial terhadap anak dan remaja. Jaksa Agung California Rob Bonta mengatakan perubahan yang disepakati Meta diharapkan dapat mengurangi potensi bahaya dari berbagai fitur platform.

Bonta menyebut penerapan perubahan tersebut akan dilakukan dalam beberapa bulan. Ia menggambarkan kesepakatan tersebut sebagai “perubahan nyata, keterbukaan, dan perlindungan nyata yang bisa ditegakkan untuk anak-anak.”

Meski menyetujui berbagai perubahan, Meta tidak mengakui telah melakukan kesalahan ataupun melanggar hukum. Pernyataan tersebut tercantum dalam dokumen kesepakatan dan sejalan dengan sikap Meta yang selama ini membantah tuduhan terhadap perusahaan.

Jaksa Agung Virginia Jay Jones memiliki pandangan berbeda. Ia menuding Meta sengaja merancang fitur yang dapat mendorong penggunaan berlebihan dan membahayakan kesehatan kaum muda.

“Selama bertahun-tahun, Meta secara sengaja menipu publik mengenai fitur-fitur desain yang membuat ketagihan dan berbahaya yang telah mendatangkan malapetaka bagi kesehatan mental kaum muda,” kata Jones.

Jones menilai kesepakatan tersebut akan mengakhiri praktik yang dipermasalahkan sekaligus memperkuat perlindungan anak dari berbagai risiko di ruang digital.

Selain membatasi durasi penggunaan dan jam akses, kesepakatan juga mewajibkan Meta meningkatkan mekanisme perlindungan pengguna di bawah umur. Di sebagian besar negara bagian AS, usia minimum untuk membuat akun Facebook dan Instagram adalah 13 tahun, meskipun beberapa wilayah menetapkan batas yang lebih tinggi.

California meminta Meta mengambil langkah tambahan untuk mengidentifikasi dan menghapus akun milik pengguna yang usianya berada di bawah batas minimum.

Meta juga diwajibkan merespons 90 persen laporan dari remaja mengenai konten yang dinilai berpotensi membahayakan dalam waktu maksimal enam jam.

Bagi pengguna di bawah 18 tahun, Meta juga harus menyediakan pilihan linimasa (timeline) yang tidak semata-mata menyajikan konten berdasarkan minat atau kesukaan pengguna. Pilihan tersebut ditujukan agar remaja dapat menerima paparan konten yang lebih beragam.

Kesepakatan yang diajukan itu menjadi salah satu langkah hukum terbesar yang memaksa perubahan pada cara platform media sosial mengatur penggunaan layanan oleh anak dan remaja. Pelaksanaannya tetap bergantung pada keputusan pengadilan federal yang akan menilai usulan penyelesaian perkara tersebut, sebagaimana diberitakan Detik, Kamis (27/08/2026). []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com