Pemcam Sebatik meminta pengamanan sementara dan menyiapkan laporan perbaikan setelah pelat deker di Desa Tanjung Karang amblas akibat hujan deras.
NUNUKAN – Pelat deker di Rukun Tetangga (RT) 12 Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan (Nunukan), amblas setelah diguyur hujan deras, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan dan mengganggu mobilitas masyarakat. Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Sebatik meminta pengamanan sementara dipasang sembari menyiapkan laporan untuk mempercepat penanganan kerusakan.
Kerusakan tersebut terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Sebatik pada Minggu (26/07/2026). Bagian struktur pelat deker mengalami penurunan dan dikhawatirkan semakin memburuk apabila kembali diterjang hujan atau terus dilalui kendaraan.
Camat Sebatik Hadriyani bersama jajaran Pemcam Sebatik dan Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Karang meninjau lokasi kerusakan pada Rabu (29/07/2026). Peninjauan dilakukan untuk memeriksa tingkat kerusakan, mengidentifikasi penyebab, serta menghimpun informasi mengenai dampaknya terhadap aktivitas warga.
Jalur tersebut menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat, distribusi barang, kegiatan ekonomi, dan pelayanan publik. Kerusakan yang tidak segera ditangani dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari dan ketika hujan turun.
Hasil pemeriksaan lapangan akan disampaikan kepada Bupati Nunukan melalui perangkat daerah teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Laporan itu akan menjadi dasar penentuan langkah perbaikan sesuai kewenangan pemerintah daerah.
“Kami hadir untuk memastikan kondisi di lapangan, mengidentifikasi tingkat kerusakan, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa agar penanganan dapat segera dilakukan. Hasil monitoring ini akan kami laporkan kepada Bupati Nunukan melalui perangkat daerah teknis terkait sebagai bahan tindak lanjut. Infrastruktur yang aman dan layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat serta menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dipulihkan,” ujar Hadriyani, sebagaimana diberitakan Simp4tik, Kamis, (30/07/2026).
Hadriyani juga menginstruksikan pemasangan pengamanan sementara di sekitar titik kerusakan untuk mengurangi risiko kecelakaan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi lokasi, khususnya pada malam hari dan saat kondisi jalan licin akibat hujan.
Pemcam Sebatik mengapresiasi Pemdes Tanjung Karang dan masyarakat yang segera melaporkan kerusakan serta membantu menjaga keamanan di sekitar lokasi. Pelaporan cepat dinilai penting agar kerusakan infrastruktur yang berdampak terhadap pelayanan publik dapat segera ditangani.
Koordinasi dengan Pemkab Nunukan dan perangkat daerah teknis akan terus dilakukan agar fungsi akses tersebut dapat segera dipulihkan. Perbaikan diharapkan mengembalikan kelancaran mobilitas warga, distribusi kebutuhan, kegiatan ekonomi, dan pelayanan publik di Desa Tanjung Karang.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai dampak cuaca ekstrem dan segera melaporkan kerusakan jalan, jembatan, drainase, maupun fasilitas umum lainnya kepada pemerintah setempat untuk mencegah risiko yang lebih besar. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan