HUT ke-217 Tanjung Harapan, Kebersamaan Jadi Modal Pembangunan

Peringatan HUT ke-217 Desa Tanjung Harapan menjadi momentum memperkuat persatuan warga sekaligus mendorong ketahanan pangan, pengembangan ekonomi lokal, dan penyelesaian persoalan infrastruktur.

KUTAI KARTANEGARA
– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-217 Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi momentum pemerintah desa bersama masyarakat untuk memperkuat persatuan sekaligus mendorong pembangunan, pengembangan ekonomi lokal, dan ketahanan pangan di tengah keterbatasan anggaran.

Kepala Desa (Kades) Tanjung Harapan Hendi mengatakan peringatan hari jadi desa mendapat antusiasme masyarakat. Momentum tersebut juga menjadi sarana mengingat kembali semangat para pendahulu dalam membangun Tanjung Harapan agar terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

“Intinya, kami menjaga kebersamaan untuk membangun Desa Tanjung Harapan. Kalau kendala kita pecahkan bersama dan dimusyawarahkan bersama, pasti ada jalan keluarnya,” kata Hendi, Kamis (10/09/2026).

Menurut Hendi, Tanjung Harapan dihuni masyarakat dari berbagai suku yang tersebar di sejumlah wilayah. Karena itu, peringatan hari jadi desa tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan, kerukunan, dan persatuan antarwarga.

Ia mengatakan tema yang diusung dalam peringatan HUT ke-217 tersebut menekankan pentingnya kebersamaan masyarakat dalam membangun desa.

“Harapannya saling rukun, saling menopang, menjaga kebersamaan dan persatuan. Jadi, kekompakan desa untuk membangun Desa Tanjung Harapan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Di sektor pembangunan, Hendi mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan. Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah desa ialah keterbatasan akses serta sarana dan prasarana.

Kondisi kantor desa, misalnya, hingga kini belum memiliki bangunan permanen. Pemerintah desa telah menyiapkan lahan yang sebelumnya dimatangkan dan diuruk sebagai lokasi pembangunan kantor.

Namun, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam merealisasikan pembangunan tersebut. Kondisi itu mendorong pemerintah desa mencari sumber pendapatan lain dengan mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Tanjung Harapan.

Menurut Hendi, potensi tersebut dapat dikembangkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi desa, serta keterlibatan masyarakat dalam menciptakan peluang ekonomi sesuai karakteristik wilayah.

“Dengan keadaan sekarang, kita harus menggali potensi desa, memaksimalkannya untuk menciptakan pendapatan asli desa sendiri supaya bisa dikembangkan untuk membangun lagi,” katanya.

Sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan disebut menjadi kekuatan utama perekonomian masyarakat Tanjung Harapan. Selain itu, desa tersebut memiliki potensi wisata Puncak Bukit Pagole yang dinilai masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Pemerintah desa juga berupaya mengaktifkan kembali lahan yang belum produktif untuk mendukung ekonomi sekaligus program ketahanan pangan. Salah satu langkah yang direncanakan ialah mengusulkan lahan dalam program cetak sawah rakyat dari pemerintah pusat.

Upaya itu melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Rukun Tetangga (RT), kepala dusun, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), kelompok tani, dan masyarakat.

“Melalui PPL, RT, kepala dusun, ketua gapoktan, kelompok tani, bersama-sama masyarakat, kami ingin lahan-lahan tidur itu diolah untuk nanti dicetak sawah melalui program pusat untuk ketahanan pangan,” ujarnya.

Hendi mengatakan mayoritas masyarakat Tanjung Harapan menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Sejumlah sarana pertanian juga telah diterima masyarakat, antara lain alat panen, traktor tangan (hand tractor), serta Rice Milling Unit (RMU) atau unit penggilingan padi yang pemanfaatannya perlu terus dioptimalkan.

Selain penguatan ekonomi dan ketahanan pangan, konektivitas jalan menjadi salah satu sasaran pembangunan. Hendi menyebut masih terdapat sejumlah ruas jalan yang belum tersambung, termasuk akses Beloro-Tanjung Harapan sepanjang sekitar enam kilometer dan akses dari Sanggulan sekitar empat kilometer.

Pemerintah desa juga menaruh perhatian terhadap akses menuju fasilitas pendidikan. Salah satunya jalan menuju Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sepanjang sekitar 1,6 kilometer yang hingga kini masih berupa jalan batu.

Ke depan, Pemdes Tanjung Harapan menargetkan peningkatan sektor pangan, pengembangan potensi ekonomi desa, serta perbaikan akses penunjang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kami, masyarakat memberikan partisipasi, saran dan kritik. Itu harus kami terima untuk membantu desa kita menjadi lebih baik. Mari bersama-sama membangun desa,” kata Hendi.

Momentum HUT ke-217 Tanjung Harapan diharapkan semakin memperkuat partisipasi masyarakat, semangat gotong royong, dan persatuan dalam menghadapi berbagai keterbatasan sekaligus mendorong pembangunan, kemandirian ekonomi, dan ketahanan pangan desa secara berkelanjutan. []

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com