Realisasi investasi Kutim mencapai Rp20,07 triliun pada 2025, sementara proyek hilirisasi batu bara menjadi metanol senilai sekitar Rp41,52 triliun memperkuat prospek pertumbuhan investasi daerah.
KUTAI TIMUR – Realisasi investasi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sepanjang 2025 mencapai Rp20,07 triliun atau 160,06 persen dari target Rp12,5 triliun. Capaian tersebut menempatkan Kutim sebagai salah satu daerah dengan kinerja investasi terbaik di Kalimantan Timur (Kaltim), sekaligus memperkuat optimisme Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim mengejar target investasi 2026 sebesar Rp18,42 triliun.
Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Novian Prananta, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari kepercayaan pelaku usaha, pelayanan perizinan, serta kondisi daerah yang dinilai kondusif bagi kegiatan investasi.
“Jadi tahun lalu kita ditargetkan 12 triliun. Realisasinya kita bisa mencapai 18 triliun, melebihi 100% akhirnya kita mendapat juara dua di sana,” ungkap Novian ke media ini, di ruang kerjanya, Senin (21/09/2026).
Berdasarkan data resmi Pemkab Kutim, realisasi investasi 2025 mencapai Rp20,07 triliun atau 160,06 persen dari target Rp12,5 triliun. Capaian itu mengantarkan Kutim meraih dua penghargaan terbaik kedua tingkat Provinsi Kaltim, masing-masing untuk capaian realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA), serta persentase capaian target realisasi PMDN dan PMA.
Novian menilai kepercayaan investor menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga tren positif investasi. Selain kemudahan pelayanan, kepastian dan keamanan berusaha dinilai turut menentukan keputusan pelaku usaha menanamkan modal di daerah.
“Jadi kepercayaan para investor ke kita, kemudian yang penting itu kan keamanan mereka dalam berinvestasi di sini, segala macam. Merasa-rasa percaya mereka ke kutai Timur lah khususnya umumnya. Di situ yang membuat akhirnya nilai investasi kita menjadi lebih baik,” papar Novian.
Memasuki 2026, target realisasi investasi Kutim ditetapkan sebesar Rp18,42 triliun. Data yang dipublikasikan Pemkab Kutim pada Juli 2026 mencatat realisasi investasi hingga triwulan pertama telah mencapai Rp3,18 triliun atau sekitar 17,25 persen dari target tahunan.
Sementara itu, Novian menyebut perkembangan realisasi investasi hingga triwulan kedua telah melampaui Rp7 triliun.
“2026 kita ditargetkan 18 triliun. Di triwulan kedua kemarin alhamdulillah sudah mencapai 7 triliun lebih,” jelas Novian.
Prospek investasi Kutim juga mendapat dorongan dari pembangunan industri hilirisasi batu bara menjadi metanol di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon. Proyek yang dikembangkan PT Bumi Etam Chemical (BEC) tersebut telah memasuki tahap pembangunan setelah pelaksanaan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada 31 Agustus 2026.
Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp41,52 triliun dan ditargetkan menghasilkan sekitar 2 juta ton metanol per tahun. Kehadirannya diharapkan memperkuat hilirisasi industri, membuka lapangan kerja, menggerakkan kegiatan ekonomi pendukung, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor metanol.
Dengan capaian investasi yang melampaui target pada 2025 dan masuknya proyek industri berskala besar, DPMPTSP Kutim dituntut terus menjaga kualitas pelayanan, kepastian berusaha, serta iklim investasi yang kondusif agar pertumbuhan investasi memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kutim. []
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan