Pengerahan J-16 ke Mesir menjadi debut jet tempur tersebut di luar Asia sekaligus menguji kemampuan China melakukan operasi udara jarak jauh dan terpadu.
KAIRO – China menggunakan latihan udara bersama Mesir sebagai ajang menguji kemampuan proyeksi kekuatan militernya hingga ke luar kawasan Asia. Dalam latihan bertajuk Eagles of Civilization atau Elang Peradaban, jet tempur J-16 China berlatih menghadapi Rafale yang dioperasikan Angkatan Udara Mesir.
Latihan yang dimulai Sabtu (22/8) dan dijadwalkan berlangsung hingga awal September 2026 itu menjadi latihan gabungan kedua antara kedua negara. Pengerahan J-16 ke Mesir sekaligus menjadi penempatan pertama jet tempur tersebut di luar Asia dan keterlibatan yang dilaporkan pertama dalam latihan menghadapi pesawat tempur buatan Barat.
China mengerahkan sejumlah pesawat pendukung dalam misi tersebut, antara lain pesawat tanker YU-20, pesawat peringatan dini dan kendali udara KJ-500, serta helikopter Z-20. Seluruh armada menempuh perjalanan lebih dari 6.000 kilometer atau sekitar 3.730 mil selama sembilan jam untuk mencapai Mesir.
China Central Television (CCTV) melaporkan pengerahan tersebut melewati empat negara. Selama perjalanan, J-16 melakukan pengisian bahan bakar di udara menggunakan YU-20 sebelum rombongan pesawat mendarat di sebuah pangkalan udara Mesir pada Jumat (21/8).
“Melalui pengerahan lintas batas dan operasi pemuatan dan pembongkaran yang cepat, latihan ini menguji kemampuan angkatan udara dalam proyeksi kekuatan jarak jauh, pengerahan cepat, dan operasi terpadu,” seperti dilaporkan CCTV, sebagaimana diwartakan CNN Indonesia, Kamis (27/08/2026).
Pasukan China disebut hanya membutuhkan waktu satu hari setelah tiba untuk memilih peralatan, menata persediaan, dan melakukan pengarahan sebelum latihan dimulai. Pilot China Ning Yiming mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi penerbang untuk meningkatkan kemampuan tempur.
“Latihan gabungan ini telah memberikan platform yang berharga bagi kami para pilot untuk meningkatkan kemampuan tempur kami,” kata Ning.
Pada hari pertama latihan, J-16 menjalani simulasi pertempuran udara jarak dekat dan menengah. Skenario latihan mencakup pertarungan satu lawan satu dan dua lawan dua menghadapi Rafale milik Mesir.
J-16 merupakan jet tempur bermesin ganda berbobot berat yang dikembangkan China berdasarkan desain Su-27 Rusia. Pesawat tersebut tidak memiliki kemampuan siluman, tetapi sejumlah pakar pertahanan menilainya sebagai salah satu jet tempur generasi keempat yang mumpuni.
Pengerahan ke Mesir juga memperlihatkan perkembangan kemampuan China dalam mengoperasikan paket kekuatan udara secara terpadu di luar wilayahnya. Pada latihan gabungan pertama kedua negara pada 2025, China mengirim J-10C, sedangkan Mesir mengerahkan MiG-29.
Latihan 2025 menjadi pengerahan pertama Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) ke Afrika dengan paket tempur dan dukungan lengkap. Saat itu, China mengirim J-10C, pesawat angkut strategis Y-20, KJ-500, dan YU-20.
Setelah menyelesaikan 18 sesi pelatihan bersama tuan rumah, Angkatan Udara PLA juga melakukan atraksi terbang lintas seremonial di atas piramida menggunakan formasi J-10 dan Y-20.
Latihan militer tersebut berlangsung ketika situasi Timur Tengah masih tegang akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Iran. Mesir mempertahankan posisi netral dan pada pekan sebelumnya melakukan pembicaraan dengan Iran terkait upaya menghidupkan kembali perundingan antara Washington dan Teheran.
China juga mendorong penyelesaian konflik melalui perundingan. Pada Senin, Presiden China Xi Jinping menyerukan gencatan senjata berkelanjutan ketika bertemu dengan Raja Yordania Abdullah II.
Selain latihan militer, hubungan pertahanan China dan Mesir turut berkembang melalui kerja sama pengadaan persenjataan. Pada 2025, Mesir dilaporkan memperoleh sistem pertahanan udara HQ-9BE buatan China serta memesan 10 drone WJ-700.
Mesir juga disebut berminat membeli jet tempur J-10CE buatan China. Namun, Beijing sebelumnya membantah telah menyelesaikan kesepakatan pembelian tersebut. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan