Jalur Maut Teluk Bayur–Labanan, Warga Minta Perbaikan

BERAU — Kecelakaan lalu lintas yang merenggut dua korban jiwa di Kilometer 27 Jalan Poros Teluk Bayur–Labanan, Kabupaten Berau, Sabtu siang, 3 Januari 2026, kembali menyoroti buruknya kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

Insiden maut yang melibatkan dua sepeda motor itu diduga kuat dipicu oleh kerusakan jalan berupa lubang yang membahayakan pengguna jalan. Upaya salah satu pengendara menghindari lubang di badan jalan berujung tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan.

Warga sekitar, Radit, menuturkan bahwa titik jalan di KM 27 tersebut sudah lama dikenal rawan kecelakaan. Kerusakan aspal, menurutnya, kerap memaksa pengendara mengurangi kecepatan atau bahkan mengambil jalur berlawanan demi menghindari lubang.

“Kerusakan di sini bukan hal baru. Banyak lubang yang dibiarkan, sehingga pengendara sering terpaksa melebar ke kanan agar tidak terperosok,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, lanjut warga, semakin berbahaya ketika musim hujan karena genangan air menutupi lubang di permukaan jalan. Akibatnya, pengendara kerap terlambat bereaksi dan berisiko mengalami kecelakaan serius.

Di tengah duka atas meninggalnya korban, peristiwa ini kembali memunculkan desakan masyarakat agar pemerintah segera memprioritaskan perbaikan Jalan Poros Teluk Bayur–Labanan. Ruas ini merupakan jalur vital penghubung antarwilayah yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sejumlah pihak menilai kecelakaan lalu lintas tidak bisa terus-menerus dibebankan pada faktor kelalaian pengendara semata, tetapi juga harus dikaitkan dengan minimnya standar keselamatan infrastruktur jalan.

“Jalan rusak seperti ini sangat berisiko memicu tabrakan, apalagi jalurnya dua arah tanpa pembatas. Situasi ini seharusnya segera ditangani,” kata seorang warga lainnya.

Sebelumnya, Kanit Gakkum Satlantas Polres Berau Iptu Thamrin Harahap menjelaskan, kecelakaan bermula ketika pengendara sepeda motor Honda Beat berinisial IR berusaha menghindari lubang di jalan.

“Saat mengalihkan laju untuk menghindari jalan berlubang, kendaraan korban bersenggolan dengan sepeda motor lain yang datang dari arah berlawanan,” jelasnya.

Pihak kepolisian pun mengimbau para pengguna jalan agar menurunkan kecepatan saat melintas di titik rawan, mematuhi rambu lalu lintas, serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di jalur poros yang kondisi jalannya belum memadai.

Hingga kini, satu korban yang mengalami luka berat masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp10 juta.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan jalan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pengendara, tetapi juga kualitas sarana dan prasarana yang disediakan,” pesannya. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com