Polisi mengambil sampel DNA dari tiga ruangan di yayasan sekolah swasta Pondok Pinang untuk menelusuri pihak yang pernah berada di lokasi, sekaligus menemukan 30 item berkaitan dengan senjata.
JAKARTA – Polisi memperluas penyelidikan temuan barang yang diduga berkaitan dengan senjata di sebuah yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, dengan mengambil sampel DNA dari tiga ruangan yang diperiksa. Langkah itu dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan ulang untuk memastikan tidak ada lagi barang yang berpotensi membahayakan lingkungan sekolah.
Pemeriksaan dilakukan Polres Metro Jakarta Selatan bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) pada Senin (10/8/2026). Dari pemeriksaan tersebut, petugas kembali menemukan 30 item yang berkaitan dengan senjata, termasuk airsoft gun, amunisi, magasin, serta komponen senjata.
Kepala Unit Kriminal Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan (Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan) Ipda Alpino de Tech mengatakan pemeriksaan terhadap tiga ruangan dilakukan untuk memastikan keamanan sekaligus menghilangkan kekhawatiran guru dan orang tua siswa. Pernyataan tersebut sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin, (10/08/2026).
“Hari ini ada tiga ruangan yang sebelumnya juga sudah pernah dicek oleh piket Reskrim, hal ini untuk memastikan agar tidak ada kekhawatiran dari pihak guru maupun dari wali murid atau orang tua murid, kami lakukan bersama Puslabfor. Tiga ruangan sudah kami lakukan pemeriksaan,” kata Alpino kepada wartawan, Senin.
Selain barang yang ditemukan, petugas mengambil sampel DNA dari ketiga ruangan. Pemeriksaan forensik tersebut diarahkan untuk mengetahui siapa saja yang pernah masuk atau berkontak dengan bagian dalam ruangan yang diperiksa.
“DNA dari tiga ruangan sudah diambil sampelnya semua, tujuannya untuk mengecek siapa saja yang masuk atau yang pernah berkontaminasi di dalam ruangan tiga ruangan tersebut,” ujarnya.
Alpino mengatakan barang yang ditemukan dalam pemeriksaan ulang telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Temuan tersebut meliputi airsoft gun, amunisi, magasin, serta komponen lain yang berkaitan dengan senjata.
“Hasil temuannya masih sama, ada airsoft gun, ada juga amunisi, ada juga magasin airsoft gun, dan sparepart dari senjata, contohnya sasaran tembak dan gagang senjata. Itu aja. Totalnya ada 30 item yang telah ditemukan Puslabfor yang berkaitan dengan senjata, senjata angin, amunisi, dan sparepart-nya,” tutur dia.
Ia menambahkan kondisi sejumlah airsoft gun yang ditemukan sudah tidak utuh.
“Senjata airsoft gun itu sudah kondisinya menurut Puslabfor sudah rusak, sudah tidak utuh,” sambungnya.
Pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut dari penemuan ratusan senjata berbagai jenis di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebelumnya, polisi menyebut menemukan 995 airsoft gun, yang terdiri atas 776 jenis revolver dan 215 jenis pistol.
Selain itu, polisi sebelumnya menemukan empat senjata angin, satu senjata api merek Francispa, empat laras senjata panjang pabrikan, serta tiga airsoft gun berjenis FN90, AK-47, dan M4 Carbine.
Untuk penanganan barang bukti, senjata api dan laras panjang telah diamankan Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Sementara airsoft gun dititipkan di Unit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Direktorat Intelijen dan Keamanan Kepolisian Daerah Metro Jaya (Ditintelkam Polda Metro Jaya).
Dalam rangkaian penemuan sebelumnya, polisi juga menemukan dua linting yang diduga ganja dan satu paket yang diduga sabu. Barang tersebut ditindaklanjuti Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jakarta Selatan.
Pemeriksaan lanjutan dan analisis DNA diharapkan membantu penyidik mengidentifikasi pihak yang pernah berada atau berkontak dengan ruangan penyimpanan barang tersebut. Hasil pemeriksaan forensik juga menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penyelidikan berikutnya serta memastikan keamanan lingkungan sekolah. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan