Kalsel Pacu Program JREDD+ Demi Turunkan Emisi dan Perkuat Ekonomi Hijau

Pemprov Kalsel mempercepat pembentukan Pokja JREDD+ dan menyiapkan Rimba Mart guna mendukung penurunan emisi, perdagangan karbon, serta pengembangan ekonomi hijau berbasis kehutanan.

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mempercepat persiapan implementasi Program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus (REDD+) Berbasis Yurisdiksional (Jurisdictional REDD+ / JREDD+) melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) sekaligus menyiapkan Rimba Mart sebagai wadah promosi produk kehutanan untuk mendukung ekonomi hijau di Kalsel, sebagaimana diwartakan Diskominfo Kalsel, Selasa (28/07/2026).

Langkah tersebut dilakukan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel melalui rapat koordinasi bersama pejabat administrator dan pengawas guna mematangkan aspek teknis maupun kelembagaan dalam pelaksanaan program JREDD+.

Sejumlah agenda strategis dibahas dalam rapat tersebut, mulai dari penyusunan kebijakan, penguatan kelembagaan, penyediaan data emisi dan data spasial, sistem Monitoring, Reporting and Verification (MRV), penyusunan Benefit Sharing Mechanism, hingga fasilitasi investasi dan perdagangan karbon pada sektor kehutanan.

Selain itu, Dishut Kalsel juga mempersiapkan penyelenggaraan Rimba Mart sebagai media promosi, pemasaran, edukasi, dan transaksi produk hasil rehabilitasi hutan dan lahan, perhutanan sosial, serta produk Kelompok Tani Hutan (KTH) melalui konsep forest marketplace yang berkelanjutan.

“Melalui pembentukan Pokja JREDD+, diharapkan seluruh tahapan penyiapan program dapat berjalan secara terintegrasi. Sementara melalui Rimba Mart, produk-produk unggulan hasil hutan bukan kayu (HHBK), hasil rehabilitasi hutan dan lahan, serta produk Kelompok Tani Hutan diharapkan semakin dikenal masyarakat, memiliki daya saing, dan mampu memperluas akses pasar,” ujar Fathimatuzzahra, Senin (27/7/2026).

Menurut Fathimatuzzahra, kedua agenda tersebut menjadi bagian dari transformasi sektor kehutanan yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian hutan, tetapi juga meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Keberhasilan pembangunan kehutanan tidak hanya diukur dari terjaganya tutupan hutan, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan. Oleh karena itu, sinergi seluruh bidang di Dinas Kehutanan sangat diperlukan agar penyiapan Program JREDD+ dan pengembangan Rimba Mart dapat berjalan optimal, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi Kalimantan Selatan,” katanya.

Melalui penguatan kolaborasi lintas bidang, Pemprov Kalsel menargetkan kesiapan implementasi JREDD+ dapat dipercepat sehingga mampu membuka peluang investasi dan perdagangan karbon sekaligus memperluas pemasaran produk unggulan kehutanan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penurunan emisi gas rumah kaca. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com