Kaltara–Sabah Sepakat Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor

Sidang ke-28 KK/JKK Sosek Malindo mendorong tindak lanjut kerja sama Kaltara dan Negeri Sabah di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan, serta pembangunan kawasan perbatasan.

TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong hasil Sidang ke-28 Kelompok Kerja/Jawatan Kuasa Kerja (KK/JKK) Pembangunan Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) segera diwujudkan menjadi program konkret yang memberi manfaat bagi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

Dorongan tersebut disampaikan dalam penutupan Pertemuan Tim Teknis/Tim Teknikal dan Sidang ke-28 KK/JKK Sosek Malindo Tingkat Provinsi Kaltara/Peringkat Negeri Sabah di Kayan Ballroom, Hotel Tarakan Plaza, Kamis (30/07/2026).

Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala, secara resmi menutup forum yang rangkaiannya berlangsung pada 28–31 Juli 2026. Penutupan dirangkai dengan jamuan makan malam yang turut dihadiri Wali Kota Tarakan, Khairul, delegasi Negeri Sabah, peserta, dan tim teknis kedua negara.

Sebagaimana dilansir Pemerintah Kota Tarakan, Jumat (31/07/2026), Wagub Kaltara menyampaikan apresiasi kepada delegasi Negeri Sabah serta seluruh pihak yang berpartisipasi aktif selama rangkaian pertemuan.

Forum KK/JKK Sosek Malindo dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Malaysia, terutama kerja sama antara Kaltara dan Negeri Sabah yang berbatasan langsung serta memiliki kepentingan bersama dalam pembangunan kawasan perbatasan.

Pembahasan dalam forum tersebut mencakup sejumlah sektor penting, antara lain perdagangan, investasi, pendidikan, kesehatan, keamanan wilayah, dan pembangunan kawasan perbatasan. Kerja sama lintas sektor itu diharapkan tidak berhenti pada perumusan kesepakatan, tetapi segera ditindaklanjuti melalui program yang dapat dirasakan masyarakat kedua wilayah.

Pemprov Kaltara juga menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, tim teknis, dan lembaga terkait di Indonesia maupun Malaysia. Koordinasi diperlukan agar berbagai persoalan masyarakat perbatasan dapat ditangani secara lebih cepat, terpadu, dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Kehadiran Wali Kota Tarakan dalam penutupan forum turut menegaskan posisi strategis Tarakan sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi, jasa, transportasi, dan pertemuan internasional di wilayah utara Indonesia.

Melalui Sidang ke-28 KK/JKK Sosek Malindo, hubungan Kaltara dan Negeri Sabah diharapkan semakin erat serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan pelayanan dasar, penguatan keamanan, dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com