Sebanyak 55 calon Paskibraka Gumas menjalani karantina selama 14 hari untuk memperkuat fisik, mental, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan karakter kepemimpinan.
GUNUNG MAS – Sebanyak 55 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menjalani pendidikan dan pelatihan selama 14 hari dengan sistem karantina untuk memperkuat fisik, mental, kedisiplinan, serta karakter kepemimpinan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Calon Paskibraka Tingkat Kabupaten Gumas 2026 dibuka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di “Desa Bahagia”, Hotel Zefanya, Kuala Kurun, Rabu (05/08/2026).
Pusdiklat diikuti 35 peserta putra dan 20 peserta putri yang berasal dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA) di berbagai wilayah Gumas. Mereka merupakan pelajar pilihan yang telah melewati proses seleksi secara ketat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Gumas Richard, dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Gumas Ruby Haris, mengatakan terpilih sebagai calon Paskibraka merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
“Menjadi Calon Paskibraka bukan hanya sebuah kehormatan bagi diri kalian sendiri, tetapi juga merupakan kebanggaan besar bagi orang tua, sekolah, dan daerah kita,” ucapnya.
Para peserta diminta memanfaatkan masa karantina untuk membangun kedisiplinan, memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, serta meningkatkan kemampuan bekerja sama dan bertanggung jawab.
Menurut Richard, keberhasilan Paskibraka tidak ditentukan oleh kemampuan perseorangan, tetapi oleh kekompakan seluruh anggota dalam menjalankan tugas sebagai satu kesatuan.
“Di sini kalian akan belajar arti kerja sama tim, tanggung jawab, serta pengorbanan. Keberhasilan Paskibraka adalah keberhasilan kelompok, bukan keberhasilan individu,” pesannya.
Richard juga meminta seluruh peserta mematuhi arahan pelatih dan pendamping, menjaga kesehatan dan kondisi fisik, serta membangun komunikasi yang baik selama mengikuti rangkaian Pusdiklat.
Kepada pelatih dan pendamping, ia meminta proses pendidikan dilaksanakan dengan tegas, bertanggung jawab, dan tetap mengedepankan pendekatan yang mendidik.
“Saya mempercayakan penuh keselamatan, pendidikan, dan pelatihan anak-anak ini kepada saudara-saudara sekalian. Bimbing mereka dengan ketegasan yang mendidik, penuh tanggung jawab, dan komunikasi yang baik demi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan,” tutupnya.
Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Gumas Jhonson Ahmad menjelaskan Pusdiklat tidak hanya bertujuan mempersiapkan kemampuan teknis baris-berbaris, tetapi juga membentuk kader pemimpin yang berkarakter Pancasila dan memiliki wawasan kebangsaan.
Pembinaan itu diharapkan membuat seluruh peserta siap menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pusdiklat tersebut, sebagaimana diwartakan Mmcgumas, Kamis, (06/08/2026), berlangsung mulai 5 Agustus 2026 dengan sistem karantina di Hotel Zefanya, Kuala Kurun.
“Pusdiklat dilaksanakan selama 14 hari efektif mulai 5 Agustus 2026 dengan sistem karantina di Hotel Zepanya Kuala Kurun. Adapun latihan lapangan dipusatkan di Lapangan Utama Upacara Halaman Kantor Bupati Gunung Mas dan Halaman GPU Damang Batu,” tandasnya.
Latihan lapangan dipusatkan di Lapangan Utama Upacara Halaman Kantor Bupati Gumas dan halaman Gedung Pertemuan Umum (GPU) Damang Batu. Selama pelatihan, peserta akan memperoleh pembinaan fisik, mental, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan keterampilan teknis pengibaran bendera.
Melalui rangkaian pembinaan tersebut, 55 calon Paskibraka Gumas diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas pada upacara kemerdekaan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, dan siap menjadi pemimpin pada masa depan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan