ilustrasi

Kebakaran Bandarmasih Sisakan Kejanggalan, Dua Titik Api Jadi Sorotan

Kebakaran yang menghanguskan lima bangunan dan membuat sembilan warga kehilangan tempat tinggal di Jalan Bandarmasih menyisakan sejumlah kejanggalan, termasuk temuan dua titik api terpisah di rumah petak yang telah lama kosong.

BANJARMASIN – Temuan dua titik api yang terpisah beberapa meter di sebuah rumah petak kosong menjadi perhatian setelah kebakaran menghanguskan lima bangunan di Jalan Bandarmasih, Banjarmasin Barat, Selasa (25/08/2026) dini hari. Lokasi kejadian kini telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan penyebab kebakaran yang membuat tiga kepala keluarga atau sembilan warga kehilangan tempat tinggal.

Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 04.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Riko (19), salah seorang korban, mengaku masih terjaga ketika seorang tetangga mendatangi rumahnya dalam kondisi panik dan mengetuk pintu menggunakan ember.

Saat keluar rumah, Riko melihat sebuah kasur dalam posisi berdiri di depan rumah petak empat pintu sudah terbakar. Api saat itu disebut belum membesar sehingga warga berupaya memadamkannya dengan peralatan seadanya.

“Kasur itu dalam posisi berdiri, memang hanya diletakkan. Saat itu apinya belum besar, saya dan warga berusaha menyiram dengan peralatan seadanya tapi susah sekali dipadamkan,” ujarnya.

Riko kemudian melihat pintu rumah petak tersebut sedikit terbuka. Ia masuk untuk memastikan kondisi di dalam bangunan dan mendapati api juga membakar bagian dinding.

Menurut Riko, titik api di dalam rumah terpisah beberapa meter dari api yang membakar kasur di bagian depan. Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya karena kedua titik api disebut tidak saling terhubung.

“Saya heran, sumbernya ada dua dengan jarak beberapa meter tidak saling terhubung. Keduanya sama-sama sulit sekali dipadamkan meski telah disiram. Saya juga mencium aroma minyak saat menghadapi api,” katanya, sebagaimana diberitakan Radarbanjarmasin, Selasa, (25/08/2026).

Rumah petak yang diduga menjadi titik awal munculnya api disebut telah kosong selama berbulan-bulan. Riko mengaku tidak pernah melihat lampu menyala di bangunan tersebut pada malam hari.

“Kalau malam pasti gelap. Tidak ada lampu. Kalau korsleting seperti tidak mungkin,” bebernya.

Sebelum mengetahui adanya kebakaran, Riko juga mengaku sempat mendengar suara gaduh dari dalam rumah petak kosong tersebut. Namun, suara itu awalnya tidak menimbulkan kecurigaan karena ia mengira berasal dari hewan.

“Saya kira cuman tikus, baru curiga ada yang sempat masuk setelah kebakaran terjadi,” ungkapnya.

Api kemudian membesar dan dengan cepat merembet ke bangunan di sekitarnya. Upaya warga memadamkan api menggunakan peralatan seadanya tidak mampu menghentikan kobaran hingga petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Riko bersama kakak dan adiknya hanya sempat menyelamatkan telepon genggam. Sebagian besar harta benda mereka tertinggal dan terbakar bersama bangunan.

“Sisa baju di badan dan HP ini saja. Yang terpikir saat itu membangunkan adik yang tidur. Sedangkan kakak tidur di warung depan,” jelasnya.

Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Lusiana, mengatakan rumah petak kosong tersebut bukan satu-satunya bangunan yang terdampak. Rumah milik pemilik rumah petak yang juga dalam keadaan kosong turut terbakar.

“Kalau rumah pemiliknya terkena juga banyak, hanya bagian depan yang tersisa. Keduanya sama-sama kosong,” terangnya.

Secara keseluruhan, lima bangunan terdampak kebakaran, terdiri atas empat rumah dan satu rumah petak dengan empat pintu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi tiga kepala keluarga atau sembilan warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Setelah api berhasil dipadamkan, lokasi kejadian dipasangi garis polisi. Temuan dua titik api, kondisi rumah yang telah lama kosong, serta keterangan saksi mengenai aroma minyak dan suara dari dalam bangunan menjadi bagian dari informasi awal yang perlu didalami. Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan hingga proses penyelidikan selesai. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com