Kemiskinan di Paser Turun, Tapi Tantangan Masih Besar

PASER — Penurunan persentase penduduk miskin di Kabupaten Paser pada 2025 menjadi sinyal positif bagi upaya pengentasan kemiskinan di daerah tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, meski tantangan peningkatan kesejahteraan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Data kemiskinan tersebut diperoleh melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan pada Maret 2025. Survei ini menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam memotret kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk tingkat kesejahteraan dan daya beli rumah tangga.

Kepala BPS Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetyo, menjelaskan bahwa proses pengumpulan data dilakukan oleh tim BPS di lapangan, sementara pengolahan data sepenuhnya menjadi kewenangan BPS pusat. Menurutnya, mekanisme tersebut bertujuan menjaga objektivitas dan keseragaman metode penghitungan di seluruh daerah.

“Kami bertugas menurunkan petugas untuk pengambilan data di lapangan, sedangkan proses pengolahan dan penetapan angka kemiskinan dilakukan oleh BPS pusat,” ujar Bayu, Selasa (07/10/2025).

Hasil pengolahan data tersebut menunjukkan adanya penurunan persentase penduduk miskin di Kabupaten Paser pada 2025 dibandingkan tahun 2024. Bayu menyebut capaian ini tidak dapat dilepaskan dari arah kebijakan pemerintah daerah yang dinilai mulai menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat.

“Penurunan ini tentu berkaitan dengan peran pemerintah daerah yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur di Kabupaten Paser,” tambahnya.

Ia menilai, kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah memiliki dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Infrastruktur, akses layanan dasar, serta program pendukung ekonomi lokal menjadi faktor yang turut memengaruhi penurunan angka kemiskinan.

Meski demikian, Bayu menekankan bahwa angka statistik perlu dibaca secara hati-hati. Penurunan persentase kemiskinan bukan berarti persoalan kemiskinan telah selesai, melainkan menjadi indikator awal yang harus diikuti dengan kebijakan berkelanjutan.

Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin di Kabupaten Paser pada 2024 tercatat sebesar 8,63 persen. Angka tersebut menurun menjadi 8,13 persen pada 2025, atau setara dengan penurunan sekitar 1.230 jiwa. Ke depan, konsistensi kebijakan dan program yang tepat sasaran dinilai menjadi kunci agar tren penurunan kemiskinan dapat terus berlanjut. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com