Pemkab Kukar memperluas gerakan literasi anak melalui program dongeng, lomba bertutur, kelas musik, serta penyediaan pojok baca dan ruang seni hingga lingkungan RT.
KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong sekolah dan lingkungan Rukun Tetangga (RT) mengembangkan pembelajaran berbasis permainan, dongeng, musik, serta pojok baca untuk memperluas gerakan literasi anak hingga tingkat keluarga.
Upaya tersebut diperkuat melalui peluncuran Program Dongeng Keliling (Dongkel), Lomba Bertutur (Batur), dan Workshop Kelas Literasi Musik di lantai 2 Tangga Arung Square, Tenggarong, Selasa (28/07/2026).
Kegiatan itu dihadiri Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kukar Dafip Haryanto yang mewakili Bupati Kukar. Peluncuran ketiga program tersebut, sebagaimana dilansir Prokom, Selasa, (28/07/2026), diarahkan untuk meningkatkan minat baca, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, dan apresiasi seni pada anak usia dini serta siswa sekolah dasar.
Dalam sambutan Bupati Kukar yang dibacakannya, Dafip mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial, melainkan awal dari gerakan literasi yang dirancang lebih segar, menyenangkan, dan mendalam.
Dongkel diproyeksikan menjadi sarana menanamkan nilai kejujuran, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, dan kecintaan terhadap budaya lokal melalui cerita yang mudah dipahami anak-anak. Dongeng dinilai tidak hanya berfungsi sebagai hiburan atau cerita pengantar tidur, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter.
Sementara itu, Batur menjadi ruang bagi anak-anak untuk melatih kemampuan berbicara secara jelas, percaya diri, dan penuh ekspresi. Kemampuan tersebut dinilai penting sebagai bagian dari keterampilan komunikasi yang dibutuhkan generasi muda pada abad ke-21.
Adapun Workshop Kelas Literasi Musik mengintegrasikan irama, lagu, dan puisi ke dalam proses pembelajaran. Metode itu diharapkan membantu anak-anak memahami dan mengingat materi pelajaran melalui kegiatan bermain dan bernyanyi.
“Atas nama pemerintah daerah kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya Kepada seluruh guru, pegiat literasi, orang tua, dan anak-anak peserta, tentu Jadilah agen perubahan, gunakan momen ini bukan hanya untuk tampil, tetapi untuk menginspirasi, menulari, dan menjadikan literasi sebagai napas kehidupan. Ajarkan anak cucu kita bahwa membaca itu indah, bercerita itu keberanian, dan bernyanyi itu cara terbaik untuk mencintai negeri”.
Dafip mengatakan Pemkab Kukar akan mendorong sekolah-sekolah mengadopsi metode pembelajaran berbasis permainan, dongeng, dan musik melalui Program Pendidikan Kukar Terbaik.
Perluasan gerakan literasi juga akan dilakukan melalui Program RT-Ku Terbaik dengan menghadirkan pojok baca dan ruang seni di lingkungan RT. Langkah tersebut diharapkan membuat kegiatan membaca dan berkesenian tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga menjangkau rumah tangga.
Program itu sekaligus diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter dan pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal. Anak-anak diharapkan tumbuh sebagai generasi yang kreatif, percaya diri, mampu berkomunikasi, dan tetap mencintai lingkungan serta budaya Etam.
“Ini adalah warisan edukatif yang luar biasa. Namun di zaman sekarang, kita tambahkan: Dan ajarkan mereka bercerita, bernyanyi, dan membaca dengan jiwa Karena itulah yang akan membentuk pemimpin yang humanis, visioner, dan punya daya tarik”.
Keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan guru, pegiat literasi, orang tua, pemerintah, dan masyarakat. Kolaborasi itu diharapkan menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus memperluas ruang tumbuh anak-anak Kukar melalui membaca, bercerita, bermusik, dan berkesenian. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan