Lima warga Inggris yang ditangkap di sekitar RAF Fairford dibebaskan dengan jaminan, tetapi tetap berada dalam penyelidikan terkait dugaan aksi teror dan kemungkinan keterlibatan pihak asing.
LONDON – Kepolisian Inggris masih membuka berbagai kemungkinan dalam penyelidikan dugaan rencana serangan terhadap pangkalan Royal Air Force (RAF) Fairford setelah lima warga Inggris yang ditangkap di sekitar pangkalan tersebut dibebaskan dengan jaminan. Polisi bahkan menyelidiki kemungkinan insiden itu melibatkan individu yang bekerja untuk kepentingan negara asing.
Kelima pria tersebut ditangkap pada Minggu (27/09/2026) setelah polisi menerima laporan mengenai tiga kendaraan mencurigakan di sekitar RAF Fairford, Gloucestershire. Mereka semula ditangkap atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak dan kemudian turut diperiksa atas dugaan mempersiapkan aksi terorisme.
Kepala Kepolisian Kontraterorisme Inggris Laurence Taylor mengatakan pembebasan dengan jaminan tidak berarti penyelidikan telah dihentikan. Para tersangka tetap berada dalam pengawasan penyidik dengan sejumlah pembatasan terkait pergerakan dan komunikasi.
“Termasuk kemungkinan bahwa ini dilakukan secara aktif oleh pihak ketiga atau individu yang secara sadar atau tidak sadar bekerja atas nama negara asing,” kata Taylor, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa, (29/09/2026).
Taylor menegaskan aparat masih mempertimbangkan seluruh kemungkinan terkait insiden tersebut. Menurut dia, konteks geopolitik saat ini menjadi salah satu hal yang diperhatikan penyidik, tetapi polisi belum menetapkan motif ataupun pihak yang berada di balik dugaan rencana serangan.
“Following extensive interviews and inquiries, the five men who were arrested are being released on police bail this afternoon,” kata Taylor dalam pernyataan resmi Kepolisian Kontraterorisme Inggris. Ia juga menegaskan para pria tersebut tetap berada dalam penyelidikan.
Kelima orang itu merupakan warga negara Inggris yang berasal dari London dan berusia 23 hingga 25 tahun. Tiga kendaraan yang mereka gunakan telah diperiksa secara menyeluruh dengan dukungan personel militer dan ahli forensik.
RAF Fairford merupakan pangkalan militer Inggris yang juga digunakan oleh militer Amerika Serikat. Lokasi tersebut memiliki arti strategis karena pernah digunakan pesawat militer AS dalam berbagai operasi, termasuk operasi terkait konflik di Timur Tengah.
Insiden tersebut kemudian mendapat perhatian Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Saat berbicara kepada awak media di Ruang Oval Gedung Putih, Trump mengatakan dirinya terkejut karena kelima tersangka dibebaskan dengan jaminan dan menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengambil keputusan serupa.
Trump juga mengisyaratkan kemungkinan adanya kaitan dengan Iran, tetapi tidak menjelaskan dasar pernyataan tersebut. Ketika ditanya mengenai apa yang diketahuinya, Trump berkata, “Saya tahu jawabannya. Saya bisa sangat spesifik, tetapi saya lebih suka tidak mengatakannya.”
Sementara itu, penyelidikan Inggris belum menyimpulkan adanya keterlibatan Iran maupun negara tertentu dalam insiden tersebut. Polisi menyatakan masih mempertahankan pikiran terbuka terhadap berbagai kemungkinan, termasuk dugaan penggunaan perantara yang bertindak secara sadar maupun tidak sadar untuk kepentingan negara asing.
Pembebasan dengan jaminan tersebut menjadi bagian dari proses hukum Inggris dan tidak mengakhiri pemeriksaan terhadap kelima orang yang ditangkap. Polisi juga masih mengevaluasi bukti dari kendaraan dan lokasi kejadian sebelum menentukan langkah hukum berikutnya. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan