ilustrasi

Medan Sulit dan Air Jauh Hambat Pemadaman Karhutla di Lamandau

Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran sekitar enam hektare lahan di Desa Kawa meski menghadapi medan sulit dan sumber air yang berada jauh dari titik api.

LAMANDAU – Keterbatasan akses terhadap sumber air menjadi tantangan utama tim gabungan saat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sekitar enam hektare lahan campuran gambut dan mineral di Desa Kawa, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau (Lamandau), Rabu (12/08/2026). Kebakaran akhirnya berhasil dilokalisasi dan dipadamkan sebelum meluas ke kawasan lainnya.

Penanganan kebakaran dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Lamandau, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan masyarakat setempat. Tim bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan adanya kebakaran dan berkoordinasi untuk mengerahkan personel serta perlengkapan pemadaman.

Kepala Pelaksana BPBD Lamandau, Hendikel, mengatakan medan di sekitar lokasi dan jauhnya sumber air dari titik kebakaran menjadi kendala paling besar. Sungai Kawa yang menjadi sumber air untuk pemadaman berada cukup jauh dari pusat kobaran.

“Kondisi medan dan jarak sumber air menjadi tantangan utama kami di lapangan. Namun, koordinasi rapat antara petugas dan kesadaran masyarakat menjadi kunci,” ungkap Hendikel, saat dikonfirmasi, sebagaimana dilansir Prokalteng, Kamis, (13/08/2026).

Untuk menjangkau titik api, tim gabungan mengoperasikan satu unit truk tangki, mobil slip-on, mesin apung, serta menyambungkan puluhan gulung selang dari sumber air. Personel juga menggunakan parang untuk membuat sekat bakar guna mencegah api merambat ke area yang lebih luas.

Koordinasi di lapangan dilakukan menggunakan handy talkie (HT) untuk mengatur pergerakan personel dan pemadaman pada sejumlah titik. Api yang membakar vegetasi permukaan tersebut ditangani secara bertahap hingga seluruh area terdampak dapat dikendalikan.

“Penyebab awal munculnya titik api hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun berkat ketangguhan tim gabungan yang tak kenal lelah, area terdampak seluas sekitar 6 hektar berhasil dilokalisasi dan dipadamkan sepenuhnya,” tuturnya.

Setelah api dipastikan padam, seluruh unsur yang terlibat melakukan pengecekan personel sebelum meninggalkan lokasi. Penanganan cepat tersebut mencegah kebakaran berkembang lebih luas, sementara penyebab munculnya api masih ditelusuri pihak berwenang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com