Menaker Ungkap Keterampilan Anak agar Tak Tertinggal di Era AI

Menaker Yassierli meminta keluarga membekali anak dengan kemampuan belajar, keterampilan adaptif, dan karakter kuat untuk menghadapi perubahan profesi akibat perkembangan AI dan teknologi.

JAWA BARAT – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta orang tua tidak hanya mengarahkan anak pada satu jenis pekerjaan, tetapi membekali mereka dengan kemampuan belajar, karakter kuat, dan keterampilan adaptif. Bekal tersebut dinilai penting karena generasi masa kini berpeluang bekerja pada profesi yang bahkan belum dikenal saat ini.

Yassierli mengatakan keluarga merupakan lingkungan pembelajaran pertama yang berperan membentuk karakter, kebiasaan belajar, dan pola pikir anak sebelum mereka memasuki dunia pendidikan dan pekerjaan.

“Anak-anak kita mungkin akan bekerja pada profesi yang hari ini bahkan belum ada. Karena itu, tugas kita bukan hanya menyiapkan mereka untuk satu pekerjaan tertentu, tetapi membekali mereka dengan kemampuan belajar, karakter yang kuat, serta keterampilan yang membuat mereka siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan,” pungkas Menaker.

Pesan tersebut disampaikan Yassierli saat menjadi pembicara dalam Global Parenting Summit 2026 bertema Future Skills untuk Generasi Masa Depan Indonesia di Bandung, Sabtu (20/06/2026), sebagaimana diberitakan Kemnaker.

Menurut Yassierli, perubahan teknologi telah membentuk dunia kerja baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), otomatisasi, transformasi digital, ekonomi hijau, pola kerja jarak jauh, dan persaingan global mengubah jenis pekerjaan serta kompetensi yang dibutuhkan.

“Lanskap dunia kerja terus berubah. Karena itu, kita perlu menyiapkan generasi masa depan agar memiliki kemampuan untuk berkembang dan menghadapi berbagai perubahan yang akan datang,” kata Menaker saat menjadi pembicara pada Global Parenting Summit 2026 dengan tema Future Skills untuk Generasi Masa Depan Indonesia di Bandung, Sabtu (20/06/2026).

Mengacu pada laporan Future of Jobs Report 2025 dari Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF), sekitar 22 persen pekerjaan diperkirakan terdampak perubahan hingga 2030. Dalam periode yang sama, sekitar 170 juta pekerjaan baru diproyeksikan muncul, sedangkan 92 juta pekerjaan lainnya berpotensi tergantikan.

Perubahan tersebut menunjukkan dunia kerja masa depan tidak hanya membutuhkan penguasaan teknologi. Kemampuan belajar secara berkelanjutan, beradaptasi, berkomunikasi, memimpin, dan bekerja sama juga akan semakin menentukan daya saing tenaga kerja.

“Karena itu, generasi masa depan perlu dibekali keterampilan yang relevan agar mampu beradaptasi dan bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis,” kata Menaker.

Yassierli menilai penguatan keterampilan masa depan menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia menuju 2045. Indonesia berpeluang menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia dengan pendapatan per kapita diproyeksikan mencapai 23.000 hingga 30.300 dolar Amerika Serikat (AS).

Proyeksi tersebut tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045. Namun, peluang itu dinilai hanya dapat dicapai apabila bonus demografi diikuti peningkatan kualitas SDM yang unggul, adaptif, dan mampu mengikuti perubahan zaman.

Selain kompetensi teknis, Menaker menekankan pentingnya integritas, disiplin, tanggung jawab, etika, dan empati sebagai fondasi pembentukan talenta berkualitas. Kemajuan AI dinilai justru membuat sejumlah kemampuan khas manusia semakin bernilai karena tidak mudah digantikan mesin.

“Semakin canggih AI, semakin penting keterampilan manusia yang tidak dapat ditiru oleh mesin. Semakin canggih AI, semakin langka dan semakin bernilai sentuhan manusia,” ungkapnya.

Kemampuan membangun kepercayaan, berempati, berkomunikasi, memimpin, dan bekerja sama harus terus dikembangkan sejak lingkungan keluarga. Peran aktif orang tua diharapkan membuat anak tidak sekadar siap memperoleh pekerjaan, tetapi juga memiliki ketangguhan untuk menghadapi perubahan profesi dan kebutuhan kompetensi pada masa mendatang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com