Minimnya saksi dan ketiadaan CCTV mendorong Polsek Sebulu menelusuri data persalinan di fasilitas kesehatan serta absensi pelajar untuk mengungkap orang tua bayi yang jasadnya ditemukan di pinggir jalan poros.
KUTAI KARTANEGARA – Kepolisian Sektor (Polsek) Sebulu memperluas penyelidikan untuk mengungkap orang tua bayi yang jasadnya ditemukan membusuk di Kilometer (KM) 07 jalan poros SP-Sebulu Modern, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (10/09/2026). Minimnya saksi dan tidak adanya kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) di sekitar lokasi membuat polisi menelusuri data persalinan hingga berencana memeriksa absensi pelajar.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Sebulu Slamet Novianto mengatakan, berdasarkan pemeriksaan medis awal, bayi tersebut diperkirakan lahir pada Minggu (06/09/2026). Polisi telah mengerahkan personel untuk menelusuri data persalinan di sejumlah fasilitas kesehatan guna mencari petunjuk yang dapat mengarah pada identitas orang tua bayi.
Penelusuran dilakukan antara lain di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) SP, Puskesmas Sebulu Bawah, hingga rumah sakit daerah. Namun, hingga Kamis malam, polisi belum menemukan data ibu melahirkan yang mengarah pada pihak yang dicari.
Penyelidikan selanjutnya akan diperluas dengan memeriksa data kehadiran pelajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah sekitar.
“Kami akan meminta data ke sekolah-sekolah SMA dan SMK untuk mengecek apakah ada siswi yang izin atau tidak masuk sekolah tanpa alasan jelas dalam satu minggu terakhir ini. Penyelidikan masih terus kami lakukan secara intensif,” tegas Slamet.
Jasad bayi tersebut sebelumnya ditemukan seorang warga bernama Ariyati saat melintas dari arah SP menuju Sebulu Bawah. Karena cuaca terik dan membawa anak kecil, Ariyati memutuskan berhenti untuk beristirahat di sekitar lokasi.
“Saat berhenti, warga itu mencium aroma busuk yang menyengat. Karena curiga ia mencari sumber bau itu dan menemukan jaket kain berwarna cokelat. Di atas jaket itulah ditemukan jasad bayi yang sudah dikerubuti belatung,” kata Slamet, sebagaimana diberitakan Korankaltim, Jumat, (11/09/2026).
Setelah menemukan jasad tersebut, Ariyati menghubungi Polsek Sebulu. Petugas kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad bayi untuk menjalani pemeriksaan medis.
“Untuk lokasi penemuannya berada di area sepi, sekitar lima kilometer dari permukiman warga, bayi ini ditemukan di pinggir jalan poros,” ungkapnya.
Jasad bayi selanjutnya ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Parikesit di Kecamatan Tenggarong Seberang. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua bayi sekaligus pihak yang diduga membuangnya di lokasi tersebut. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan