Pertemuan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei membahas persoalan militer, sumber daya, devisa, energi, serta hubungan ekonomi dengan negara mitra.
TEHERAN – Pertemuan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari persoalan militer hingga pengelolaan ekonomi negara. Pertemuan yang berlangsung pada akhir Juli 2026 itu sekaligus menjadi perhatian karena Mojtaba masih jarang tampil di hadapan publik sejak menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Media pemerintah Iran menyebut pembicaraan keduanya mencakup pengamanan sumber daya, pengelolaan devisa, pemanfaatan energi, serta hubungan ekonomi dengan mitra asing. Pertemuan tersebut menjadi salah satu komunikasi penting di tengah spekulasi mengenai akses Pezeshkian kepada Mojtaba.
Sebelumnya, Pezeshkian memberikan pernyataan berbeda mengenai intensitas komunikasinya dengan Mojtaba. Pada 21 Juli, Pezeshkian mengatakan interaksi dengan Pemimpin Tertinggi Iran “semakin meningkat dari hari ke hari”. Namun, pada awal Agustus, ia mengakui komunikasi dengan Mojtaba sangat sulit.
Pertemuan pada akhir Juli itu bukan kali pertama keduanya bertemu. Pada Mei 2026, media pemerintah Iran juga melaporkan pertemuan Pezeshkian dan Mojtaba yang berlangsung selama beberapa jam. Pertemuan tersebut menjadi komunikasi pertama keduanya yang dipublikasikan setelah Mojtaba menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Minimnya kemunculan Mojtaba di ruang publik turut menjadi perhatian karena ia dilaporkan mengalami luka parah dalam serangan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026 yang juga menewaskan ayahnya, Ali Khamenei. Bahkan sebelum menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi, Mojtaba dikenal jarang tampil di hadapan masyarakat.
Pemerintah Iran kemudian berupaya menepis spekulasi mengenai kondisi Mojtaba. Wakil Organisasi Basij, Qasem Qoraishi, mengatakan rekaman video dan sejumlah dokumen menunjukkan Mojtaba berada di tengah masyarakat dan di jalanan.
Qoraishi menegaskan rekaman itu akan “sekali lagi mempermalukan musuh dan pihak-pihak yang mencela rakyat Iran”. Pernyataan tersebut dipandang sebagai upaya untuk membantah spekulasi mengenai kondisi kesehatan Mojtaba sekaligus menjelaskan alasan minimnya penampilan publiknya.
Rangkaian pertemuan dan pernyataan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi antara Pezeshkian dan Mojtaba tetap berlangsung, meskipun akses presiden kepada Pemimpin Tertinggi Iran sempat disebut sulit. Agenda ekonomi dan militer yang dibahas dalam pertemuan akhir Juli juga memperlihatkan perhatian pemerintah Iran terhadap pengelolaan sumber daya dan hubungan ekonomi di tengah situasi regional yang penuh tekanan, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin (10/08/2026). []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan