Peserta dari 13 desa dan dua kelurahan berkompetisi dalam MTQN ke-23 untuk menjadi wakil Kecamatan Simpang Empat pada MTQ tingkat Kabupaten Tanah Bumbu.
TANAH BUMBU – Sebanyak 13 desa dan dua kelurahan di Kecamatan Simpang Empat mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-23 untuk menjaring qari dan qariah terbaik yang akan mewakili kecamatan tersebut pada kompetisi tingkat Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). Ajang keagamaan itu berlangsung di Lapangan Polres Lama, Desa Bersujud, pada 5–8 Agustus 2026.
MTQN ke-23 tingkat Kecamatan Simpang Empat dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tanbu Yulian Herawati, mewakili Bupati Tanbu Andi Rudi Latif, Rabu (05/08/2026) malam. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan, meningkatkan semangat keagamaan, dan membentuk generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Dalam sambutan Bupati Tanbu yang dibacakan Sekda Yulian, sebagaimana diberitakan Media Center Tanah Bumbu, Kamis, (06/08/2026), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dinilai memiliki peran penting dalam membangun karakter dan moral masyarakat.
“Ketika Al-Qur’an dijadikan pedoman hidup, ia akan menjadi sumber ketenangan, petunjuk dalam mengambil keputusan, sekaligus benteng moral bagi masyarakat,” ucapnya.
Bupati menegaskan, penyelenggaraan MTQN tidak boleh dipandang sebatas perlombaan membaca Al-Qur’an. Kegiatan tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat syiar Islam.
Selain mengasah kemampuan peserta dalam berbagai cabang perlombaan, MTQN diharapkan melahirkan generasi berakhlak mulia dan berkarakter qurani. Karakter tersebut dipandang sebagai salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanbu berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing. Nilai-nilai keagamaan juga ditempatkan sebagai fondasi dalam mewujudkan Tanbu yang maju, makmur, dan beradab.
“Melalui MTQ ini, diharapkan lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Bupati Tanbu turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Pemerintah Kecamatan Simpang Empat, pemerintah desa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQN ke-23.
Melalui kompetisi yang berlangsung selama empat hari tersebut, peserta terbaik diharapkan mampu membawa nama Kecamatan Simpang Empat pada MTQ tingkat Tanbu sekaligus menjadi teladan dalam membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan