PASER – Nusantara Course Center (NCC) hadir sebagai lembaga pendidikan seni yang berada di bawah naungan Nusantara Paser. Lembaga ini resmi diperkenalkan kepada publik pada 28 Februari 2026, meskipun kegiatan operasionalnya telah dimulai sejak Desember 2025.
Sebagai lembaga pendidikan seni, NCC menawarkan sejumlah program pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan bakat dan minat generasi muda di bidang seni. Saat ini, NCC memiliki tiga departemen utama, yaitu sekolah musik, teater, serta komunitas literasi yang dikenal dengan nama Lingkar Literasi Paser.
Direktur NCC Paser, Muhammad Tomar, menjelaskan bahwa departemen musik menjadi salah satu program unggulan yang dikembangkan oleh lembaga tersebut. Dalam departemen ini, peserta didik dapat mempelajari berbagai alat musik serta teknik olah vokal, baik secara individu maupun dalam bentuk kelompok seperti paduan suara.
Menurutnya, salah satu keunggulan NCC terletak pada kurikulum pembelajaran yang digunakan. NCC Paser diketahui telah menjalin kerja sama internasional dengan sejumlah negara, antara lain Malaysia, Brasil, Spanyol, dan Cekoslovakia.
Kerja sama tersebut berkaitan dengan pengembangan kurikulum pembelajaran yang diadopsi dari standar internasional, terutama dalam metode pembelajaran musik dan vokal. “kerjasama ini meliputi adopsi kurikulum. Salah satu perbedaan kurikulum ini terlihat dari teknik pembelajaran vokal”, ujar Umar saat ditemui di kantor NCC Paser Jumat (13/03/2026).
Ia menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran vokal yang diterapkan di NCC memiliki perbedaan dibandingkan metode yang umum digunakan di Indonesia. Jika pada umumnya pembelajaran vokal lebih menekankan pada penguasaan teknik sejak awal, NCC justru memulai pembelajaran dengan penguasaan pernapasan diafragma.
Pendekatan ini dinilai penting karena penguasaan diafragma menjadi dasar utama dalam teknik bernyanyi yang baik dan benar.
“Di Indonesia rata-rata teknik yang didahulukan ketika belajar vokal. Kalau di NCC, yang kami jadikan itu penguasaan diafragmanya dulu. Jadi tidak langsung belajar lagu, kemudian setelah itu baru karakter, dan tekniknya”, tambah Umar.
Selain menerapkan metode pembelajaran yang berbeda, NCC juga menghadirkan sistem evaluasi yang melibatkan mitra internasional. Para siswa yang telah mencapai level kedua dalam pembelajaran musik akan mengikuti ujian yang langsung dinilai oleh tim penguji dari negara mitra.
Melalui sistem tersebut, siswa yang berhasil melewati tahapan evaluasi akan memperoleh sertifikat internasional sebagai bentuk pengakuan atas kemampuan yang dimiliki.
“Jadi anak-anak nanti ada ujian. Ketika sudah ada di level kedua, penguji nya bukan lagi dari tim disini. Jadi langsung internasional. Mereka yang menguji dan langsung dapat sertifikat internasional, itu juga yang membedakan”, imbuhnya.
Tidak hanya menekankan pada kualitas pembelajaran, NCC juga menerapkan pendekatan personal dalam proses penerimaan siswa baru. Setiap calon siswa yang mendaftar diwajibkan mengikuti psikotes terlebih dahulu sebelum menentukan program kursus yang akan diambil.
Hasil psikotes tersebut akan menjadi dasar rekomendasi bagi orang tua dan siswa dalam memilih program pembelajaran yang paling sesuai dengan bakat dan potensi yang dimiliki.
“Setelah siswa mendaftar, mereka akan menjalani psikotes terlebih dulu. Hasil psikotes ini, berfungsi sebagai rekomendasi kursus. Misalnya anak ingin belajar keyboard tetapi hasil psikotes menunjukkan dia lebih cepat belajar gitar, maka NCC akan menyarankan anak tersebut belajar gitar terlebih dulu”, pungkasnya.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan potensi secara lebih optimal sekaligus meminimalkan kesalahan dalam memilih bidang pembelajaran.
Meskipun baru diresmikan, NCC telah menunjukkan komitmennya untuk menjadi lembaga pendidikan seni yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat internasional. Melalui kurikulum yang inovatif, kerja sama global, serta pendekatan pembelajaran yang lebih personal, NCC diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pengembangan bakat seni bagi generasi muda di Kabupaten Paser. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan