Kemarau menurunkan produktivitas padi di sejumlah wilayah Kukar, tetapi dukungan pompa air membantu sebagian lahan tetap bertahan hingga memasuki masa panen.
KUTAI KARTANEGARA – Musim kemarau mulai menekan produktivitas padi di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Meski demikian, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar memastikan sebagian lahan masih dapat dipanen, termasuk areal persawahan yang sebelumnya mendapat dukungan pompa air untuk menjaga ketersediaan air.
Kepala Dinas (Kadis) Distanak Kukar Moh. Rifani mengatakan salah satu wilayah yang telah memasuki masa panen ialah Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang. Dari 208 hektare lahan yang sebelumnya mendapat dukungan pompa air, sebagian telah memasuki proses panen.
“Secara keseluruhan kemungkinan produktivitasnya menurun karena berkaitan dengan kemarau. Tapi masih bisa panen. Alhamdulillah,” kata Rifani saat ditemui di Tenggarong, Selasa (22/09/2026).
Selain Kerta Buana, Distanak Kukar memproyeksikan panen juga berlangsung di sejumlah wilayah lain, di antaranya Desa Sebuntal dan Desa Semangkok, Kecamatan Marangkayu. Perkembangan tanaman di kawasan tersebut masih terus dipantau, terutama pada lahan yang sebelumnya menjadi sasaran penyelamatan melalui dukungan pompa air.
Menurut Rifani, kondisi kemarau memang berpotensi menurunkan produktivitas padi. Namun, dampaknya dinilai masih dapat ditekan selama tanaman tetap menghasilkan dan tidak seluruhnya mengalami gagal panen atau puso.
“Enggak terlalu menurun. Yang penting tidak puso,” ujarnya.
Distanak Kukar belum dapat memastikan jumlah keseluruhan produksi padi dari lahan yang terdampak kemarau. Penghitungan masih menunggu proses panen selesai sekaligus pendataan luas lahan yang berhasil dipanen di masing-masing wilayah.
“Belum kita hitung, karena ini masih berproses. Kita lihat nanti berapa yang panen, berapa hektare,” katanya.
Di tengah sejumlah lahan yang masih dapat dipanen, kemarau juga menyebabkan gagal panen pada beberapa titik. Salah satunya terjadi di Desa Loa Duri Seberang, Kecamatan Loa Janan. Dari total 87 hektare lahan yang telah terdata, sekitar 9 hektare dilaporkan mengalami gagal panen akibat kondisi kemarau.
Distanak Kukar terus melakukan pendataan untuk memastikan luas lahan yang berhasil dipanen, tingkat penurunan produktivitas, hingga areal yang mengalami puso. Data tersebut akan menjadi dasar untuk melihat dampak kemarau terhadap produksi padi sekaligus menentukan langkah penanganan terhadap lahan pertanian yang masih berisiko mengalami kekurangan air. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan