BALIKPAPAN – Peredaran barang haram, sabu atau metamfetamina (meth) seperti tak ada habisnya di Kota Balikpapan. Padahal tersangka bandar besarnya, 27 Februari 2025 lalu berhasil dibekuk petugas dari markas besar Korps Bhayangkara. Parahnya, tersangka adalah Direktur Persiba Balikpapan Catur Adi Prianto yang juga mantan mantan analis di Sub Direktorat I Direktorat Reserse Narkotika dan Obat-obatan berbaya (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Belum lama ini (22/3/2025), petugas dari Kepolisian Resor (Polres) Kota Balikpapan kembali mengamankan seorang tersangka pengedar narkoba. Sayangnya polisi hanya menginfokan identitasnya dengan inisial R, berusia 36 tahun, karyawan swasta. Ia ditangkap di di sebuah rumah di Jalan Agro Wisata, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, sekitar pukul 03.00 Waktu Indonesia Tengah.
Menurut Kasi Humas Polres Balikpapan Sangidun, mendampingi Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Balikpapan Bangkit Dananjaya, dari tersangka, polisi menyita barang bukti berupa empat paket sabu dengan berat kotor 34,37 gram, 1 unit timbangan digital, 1 sendok plastik sedotan, 10 bundle plastik klip kosong, 1 dompet merah, 1 kotak hitam, uang tunai Rp500 ribu, serta 1 unit handphone Samsung A15 warna biru.
“Tersangka mengaku bahwa sabu tersebut diperolehnya dari seseorang yang dipanggil saudara U yang mana dia adalah seorang DPO (Daftar Pencarian Orang, red), barang bukti dengan harga 1,4 juta rupiah per gram. Penyerahan dilakukan langsung di rumah tersangka,” ujarnya, Jumat (28/3/2025).
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. “Proses pemberkasan dan penyelidikan terhadap jaringan peredaran narkoba ini terus dilakukan,” tambahnya.
Menjelang perayaan Idul Fitri 1446 H, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba. “Silakan menghubungi hotline Polresta Balikpapan di nomor 110 (gratis) jika menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar,” pungkasnya. []
Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Hadi Purnomo