Satgas Yonzipur 17 Rampungkan 100 Persen Target Gulbencal Aceh

Satgas Yonzipur 17/Ananta Dharma menyelesaikan seluruh target pemulihan pascabencana di Aceh, mulai dari rehabilitasi fasilitas umum, pembangunan infrastruktur, huntara, hingga penyaluran bantuan sosial.

BALIKPAPAN – Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 17/Ananta Dharma menuntaskan seluruh target percepatan penanggulangan bencana alam (Gulbencal) di Aceh dengan capaian 100 persen setelah bertugas selama sekitar 2,5 bulan.

Keberhasilan itu ditandai dengan kepulangan personel Satgas Yonzipur 17/Ananta Dharma dan penyambutan resmi di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Rabu (18/03/2026).

Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) VI/Mulawarman Andy Setiawan mengatakan, operasi tersebut merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam membantu pemulihan wilayah terdampak bencana.

“Satgas penanggulangam bencana Yonzipur 17/AD telah menyelesaikan seluruh sasaran kegiatan dengan capaian 100 persen,” ujar Andy Setiawan.

“Kegiatan meliputi rehabilitasi fasilitas umum seperti masjid, sekolah, madrasah, pondok pesantren, yayasan, dan kantor desa, serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, parit, dan jembatan,” lanjutnya.

Selama bertugas di sejumlah wilayah di Aceh, Satgas Yonzipur 17/Ananta Dharma melaksanakan rehabilitasi fasilitas umum dan pembangunan infrastruktur vital bagi masyarakat. Kegiatan itu menyasar sejumlah titik terdampak bencana, terutama di Kabupaten Aceh Utara (Aceh Utara).

Dalam mendukung pemulihan pascabencana, Satgas juga membangun hunian sementara (huntara), membersihkan serta menyiapkan area hunian tetap (huntap), dan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak di Aceh Utara.

“Ini merupakan bukti nyata bahwa TNI selalu hadir di tengah rakyat, tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai pelindung dan penggerak harapan masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan Satgas tersebar di sejumlah wilayah di Aceh Utara, antara lain Kecamatan Samudera, Jambo Aye, Muara Batu, Sawang, hingga Bluka Tebuai. Selain itu, perbaikan jalan longsor juga dilakukan di Kabupaten Gayo Lues (Gayo Lues).

Beberapa desa yang menjadi lokasi kegiatan di antaranya Paya Terbang, Mas Tanjung Awe, dan Sahraja Pante Bidari. Keberadaan Satgas dinilai berdampak bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan mobilitas melalui perbaikan jalan serta pembangunan jembatan.

“Kehadiran Satgas tidak hanya mempercepat pemulihan infrastruktur, tetapi juga membantu menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat,” imbuh Andy Setiawan.

Andy juga mengingatkan seluruh prajurit agar segera melaksanakan konsolidasi satuan, inventarisasi materiil, serta perawatan peralatan untuk mendukung kesiapan tugas berikutnya.

Selain mempercepat pemulihan infrastruktur, kehadiran prajurit di tengah masyarakat turut memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui interaksi langsung dan penyaluran bantuan sosial bagi warga terdampak bencana. []

Penulis: Irwanto | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com