Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia Kubu Raya membidik sebagian kebutuhan sektor perkebunan melalui kerja sama penyediaan dolomit, pupuk NPK, dan perkakas untuk memperkuat bisnis serta membuka peluang dividen bagi daerah.
KUBU RAYA – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Menanjak Bahagia mulai membidik pasar perkebunan sebagai salah satu ruang ekspansi bisnis untuk menghasilkan pendapatan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya. Perusahaan daerah tersebut tidak ditargetkan menguasai seluruh pasar, tetapi mampu mengambil sebagian kebutuhan perusahaan perkebunan melalui penjualan dolomit, pupuk NPK, hingga perkakas perkebunan.
Target tersebut mengemuka setelah Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Nuansa Indoraya Perkasa dan PT Krakatau Steel pada Selasa (29/09/2026). Kerja sama itu membuka peluang Perumda Aneka Usaha untuk masuk lebih jauh ke rantai kebutuhan sektor perkebunan di Kalimantan Barat.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan kerja sama dengan PT Nuansa Indoraya Perkasa mencakup penyediaan dolomit dan pupuk NPK. Menurutnya, perjanjian tersebut sekaligus menjadi dasar bagi Perumda Aneka Usaha untuk meyakinkan calon mitra dari kalangan perusahaan perkebunan.
“Kerja sama ini mengikat secara legal dan yuridis formal bahwa antara PT Nuansa Indoraya Perkasa dengan Perumda Aneka Usaha telah resmi bekerja sama. Ini juga menjadi fondasi untuk meyakinkan pasar atau calon mitra yang nantinya akan bekerja sama dengan Perumda Aneka Usaha,” ujar Sujiwo.
Potensi pasar tersebut dinilai terbuka karena aktivitas perkebunan kelapa sawit berkembang di Kubu Raya dan sejumlah wilayah lain di Kalimantan Barat. Karena itu, Sujiwo meminta Perumda Aneka Usaha aktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan perusahaan perkebunan, terutama dengan menawarkan harga yang kompetitif dan produk berkualitas.
Sujiwo tidak memasang target untuk menguasai keseluruhan kebutuhan pasar. Menurutnya, penetrasi sebagian kebutuhan perusahaan perkebunan sudah dapat menjadi sumber bisnis yang berarti bagi perusahaan daerah.
“Kalau kita bisa mendapatkan 20 sampai 25 persen saja dari kebutuhan perusahaan perkebunan, itu sudah patut kita syukuri. Apalagi kalau perkebunan di Kalimantan Barat bisa dikoordinasikan dan dikapitalisasi oleh Perumda Aneka Usaha,” ungkapnya.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Perumda Aneka Usaha sebagai badan usaha milik daerah. Sebagai Bupati sekaligus Kuasa Pemilik Modal (KPM), Sujiwo menyatakan dukungan terhadap ekspansi usaha agar perusahaan daerah tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.
Selain pasar sarana produksi perkebunan, Perumda Aneka Usaha juga membuka jalur usaha melalui kerja sama dengan PT Krakatau Steel. Pada tahap awal, kemitraan itu diarahkan pada pengadaan perkakas yang digunakan masyarakat dan sektor perkebunan, antara lain pisau dodos dan pisau egrek.
“Kita berkunjung ke PT Krakatau Steel dalam rangka penandatanganan perjanjian kerja sama. Untuk sementara, yang kita kerja samakan berkaitan dengan pengadaan perkakas. Namun, ke depannya kita akan melakukan penjajakan terhadap produk-produk lain yang dimiliki PT Krakatau Steel,” jelasnya.
Sujiwo meminta kerja sama tersebut tidak berhenti sebagai dokumen formal. Perumda Aneka Usaha didorong untuk memetakan kebutuhan pasar, kemudian menghubungkannya dengan produk yang tersedia dari mitra usaha. Dengan pola tersebut, setiap kerja sama diharapkan dapat menghasilkan aktivitas perdagangan yang berkelanjutan.
Dorongan memperluas pasar itu juga beriringan dengan tuntutan agar Perumda Aneka Usaha dikelola secara profesional. Pemkab Kubu Raya sebelumnya telah melakukan evaluasi rencana bisnis Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia untuk periode 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) perusahaan 2026 sebagai bagian dari pembinaan dan penajaman arah usaha.
Sujiwo menegaskan perusahaan daerah harus mampu membangun kinerja usaha tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Orientasi akhirnya ialah menghasilkan keuntungan dan dividen bagi pemerintah daerah.
“Saya mempunyai harapan dan kita ingin mematahkan pesimistis publik terhadap keberadaan perusahaan umum daerah. Kita ingin memastikan Perumda Aneka Usaha benar-benar menjadi perusahaan yang profesional dan bertanggung jawab, yang pada akhirnya bisa memberikan keberkahan bagi pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui pembagian dividen,” tegasnya.
Dengan dua kerja sama baru tersebut, Perumda Aneka Usaha memiliki jalur untuk memperluas portofolio bisnis, khususnya pada kebutuhan sektor perkebunan. Tantangan berikutnya ialah membuktikan kerja sama tersebut melalui transaksi dan pasar yang nyata sehingga ekspansi usaha dapat berujung pada kinerja perusahaan serta kontribusi pendapatan bagi Kubu Raya. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan