NAKHON RATCHASIMA – Sebuah kecelakaan tragis mengguncang proyek kereta cepat di Thailand, menewaskan 22 orang dan melukai puluhan lainnya, Rabu (14/01/2026). Saksi mata menggambarkan detik-detik mengerikan saat derek konstruksi ambruk menimpa kereta penumpang.
Warga setempat, Mitr Intrpranya (54), mengaku mendengar ledakan keras dan bunyi logam menghantam kereta. “Sekitar pukul 09.00, terdengar suara keras, seperti sesuatu tergelincir dari atas, lalu diikuti dua ledakan keras,” katanya kepada AFP.
Ketika Mitr mendekat ke lokasi, ia melihat derek besar menghantam gerbong kedua dari tiga gerbong kereta. “Logamnya membelah gerbong menjadi dua. Pemandangannya sangat mengerikan,” tambahnya.
Dinas Hubungan Masyarakat Provinsi Nakhon Ratchasima menyebutkan, “Derek ambruk menimpa kereta, menyebabkan tergelincir dan terbakar.” Kereta itu sedang menempuh perjalanan dari Bangkok menuju Provinsi Ubon Ratchathani.
Rekaman media lokal memperlihatkan tim penyelamat bergegas mengevakuasi penumpang dari gerbong yang terguling di sisi rel. Kepala polisi distrik, Thatchapon Chinnawong, memastikan 22 orang meninggal dan 80 lainnya luka-luka. “Kami meminta rumah sakit melaporkan kondisi kritis para korban,” ujarnya.
Operasi penyelamatan sempat tertunda karena kebocoran bahan kimia di lokasi. Menteri Transportasi, Phiphat Ratchakitprakarn, menyebut sebanyak 195 orang berada di dalam kereta saat insiden terjadi.
Kecelakaan ini terjadi di lokasi konstruksi proyek kereta cepat senilai US$5,4 miliar (sekitar Rp81 triliun) yang didukung Beijing. Proyek ini bertujuan menghubungkan Bangkok dengan Kunming, Cina, melalui Laos pada 2028, bagian dari inisiatif Belt and Road.
Thailand dikenal memiliki jalur kereta tua dan kurang terawat, sehingga masyarakat lebih sering memilih perjalanan darat. Proyek baru ini akan menghadirkan kereta berkecepatan hingga 250 km/jam, menghubungkan Bangkok dengan perbatasan Laos di Sungai Mekong.
Insiden ini menjadi sorotan karena kecelakaan konstruksi dan keselamatan kerja di Thailand kerap menimbulkan tragedi fatal. Pada 2023, sebuah kereta barang menewaskan delapan orang setelah menabrak truk pickup; sedangkan pada 2020, kecelakaan kereta barang menabrak bus peziarah menewaskan 18 orang. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan