Rakerda IWAPI Kalsel Soroti Kapasitas dan Daya Saing Pengusaha

Rakerda ke-4 DPD IWAPI Kalsel menjadi forum untuk memperkuat kapasitas, profesionalisme, inovasi produk, dan akses pasar pengusaha perempuan agar kontribusinya terhadap ekonomi daerah semakin luas.

BANJARBARU – Penguatan kapasitas pelaku usaha perempuan, perluasan jaringan bisnis, dan akses pasar menjadi agenda penting yang didorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-4 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kalsel. Forum tersebut diarahkan untuk memperkuat kontribusi perempuan dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Pesan itu disampaikan Gubernur Kalsel Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Sekretariat Daerah (Setda) Kalsel Adi Santoso saat membuka Rakerda ke-4 DPD IWAPI Kalsel di Banjarbaru, Selasa (29/09/2026).

Menurut Adi, penguatan organisasi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan anggotanya. Pembinaan, inovasi produk, perluasan akses pasar, serta pengembangan jaringan usaha dinilai menjadi bagian penting agar perempuan pengusaha mampu menghadapi perubahan dalam dunia usaha.

“Semoga IWAPI Kalsel selalu sukses dalam membesarkan organisasi dan membina seluruh anggotanya. Saya optimis IWAPI Kalsel akan terus tumbuh sebagai organisasi yang unggul dan kompak,” ujar Adi.

Sebagaimana diberitakan MC Kalsel, Selasa, (29/09/2026), Adi menilai kiprah perempuan dalam dunia usaha memiliki sejarah panjang. Ia mencontohkan Siti Khadijah, istri pertama Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai pengusaha pada masanya.

“Ketika membahas tentang pengusaha wanita, saya selalu teringat dengan istri Nabi Muhammad SAW, Siti Khadijah, yang dikenal sebagai pengusaha wanita yang sukses. Ini artinya, kehebatan wanita dalam berusaha sudah terbukti sejak masa ribuan tahun yang silam,” tuturnya.

Dalam perkembangan saat ini, perempuan semakin banyak terlibat dalam berbagai bidang usaha, termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Peran tersebut membuat perempuan pengusaha memiliki posisi strategis dalam aktivitas ekonomi sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Adi mengapresiasi berbagai program IWAPI yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas anggota, mengembangkan inovasi produk, dan membuka akses pasar yang lebih luas. Ia berharap upaya tersebut terus dilakukan secara berkelanjutan agar pelaku usaha perempuan dapat meningkatkan daya saing.

“Saya sangat bangga dengan berbagai upaya yang telah dilakukan IWAPI dalam mendukung peningkatan kapasitas anggotanya, inovasi produk, serta akses pasar yang lebih luas,” katanya.

Rakerda juga dipandang sebagai ruang untuk mempertemukan kepentingan pemerintah daerah dan pelaku usaha. Melalui forum tersebut, koordinasi antara Pemprov Kalsel, IWAPI, dan dunia usaha diharapkan dapat menghasilkan program yang lebih terarah bagi pengembangan ekonomi kerakyatan.

Adi mendorong anggota IWAPI untuk memperkuat kompetensi dan profesionalisme, membangun jaringan bisnis yang produktif, serta tetap menjunjung etika dalam menjalankan kegiatan usaha.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap mendukung setiap program yang dapat memperkuat ekonomi kerakyatan dan memberdayakan wanita pengusaha. Mari kita bekerja bersama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Selain penguatan kemampuan pelaku usaha, peningkatan jejaring bisnis juga menjadi penting untuk membuka peluang pasar baru. Dengan organisasi yang solid dan program pembinaan yang berkelanjutan, anggota IWAPI diharapkan dapat mengembangkan usaha sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Adi berharap Rakerda ke-4 DPD IWAPI Kalsel menghasilkan keputusan strategis yang dapat diterapkan dalam program kerja organisasi. Hasil forum tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas peran perempuan dalam dunia usaha dan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian Kalsel.

“Semoga Rakerda IWAPI ini berjalan dengan lancar, menghasilkan keputusan yang strategis, serta mendorong kemajuan dunia usaha perempuan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *