BONTANG — Taman Adipura yang terletak di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Bontang Kuala, Kota Bontang, terus dikelola secara berkelanjutan sejak mulai dibangun pada 2016 dan berfungsi penuh pada 2018. Pengelolaan taman ini difokuskan pada perawatan vegetasi, kebersihan lingkungan, serta pemeliharaan fasilitas sebagai upaya mempertahankan fungsi taman sebagai ruang terbuka hijau dan ruang publik bagi masyarakat.
Sebagai salah satu ikon ruang publik di Kota Bontang, Taman Adipura menjadi lokasi favorit warga untuk berolahraga, bersantai, hingga berinteraksi sosial bersama keluarga. Tingginya intensitas kunjungan membuat pengelola berupaya menjaga kondisi taman agar tetap asri, nyaman, dan aman digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pengelola Taman Adipura, Farida, menjelaskan bahwa sistem pengelolaan dilakukan secara berkelanjutan dengan menitikberatkan pada perawatan tanaman dan kebersihan lingkungan sebagai daya tarik utama taman. “Perawatannya kita mulai dari nanamnya, terus memangkasnya, baru menggembur pohonnya, baru mengeles pinggir-pinggirnya,” ujar Farida saat ditemui di Taman Adi Pura Kota Bontang, Minggu (01/02/2026).
Selain perawatan vegetasi, pengelola juga secara rutin melakukan pemeliharaan fasilitas pendukung. Pengecekan sarana taman dilakukan oleh tenaga teknis guna memastikan seluruh fasilitas tetap berfungsi dengan baik dan aman digunakan pengunjung.
Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, pengelola turut menambah fasilitas permainan anak sebagai upaya memperkuat fungsi taman sebagai ruang publik yang ramah anak dan keluarga. “Ada penambahan fasilitas perosotan sama ayunan gantungan,” jelasnya.
Namun, dalam proses pengelolaannya, Taman Adipura masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait perilaku sebagian pengunjung yang belum memiliki kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. “Tangannya tak boleh buang sampah sembarangan, cuma kita kalau sudah bilang buang di tempatnya, tetap saja dibuang dibuang sembarangan gitu,” ungkap Farida.
Selain persoalan sampah, aktivitas pengunjung yang tidak sesuai dengan peruntukan taman juga masih ditemukan. Taman Adipura yang dirancang sebagai taman ramah anak dan keluarga kerap dimanfaatkan untuk aktivitas berpacaran.
Masalah lain yang dihadapi pengelola adalah pengunjung yang merokok di area taman, meskipun telah dipasang rambu larangan. Alasan taman sebagai ruang terbuka sering dijadikan pembenaran untuk mengabaikan aturan tersebut. “Kalau dilarang rokok, ini kan wilayah terbuka bilangnya begitu ya,” tutur Farida.
Terkait penindakan, Farida mengaku pihak pengelola hanya dapat memberikan teguran secara persuasif karena belum adanya sanksi tegas dari pihak terkait. “Ya ada teguran, kalau kita tegur, namun itu kan yang dari atasan belum ada, cuman itu teguran dari sama kita,” jelas Farida.
Melalui pengelolaan yang terus dilakukan hingga saat ini, Farida berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan fasilitas Taman Adipura sebagai aset bersama Kota Bontang yang harus dijaga keberlanjutannya. []
Penulis : Yus Rizal Zulfikar | Penyunting : Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan