Putra Mahkota Arab Saudi dan Presiden China membahas stabilitas Timur Tengah serta dampak konflik terhadap keamanan dan ekonomi global.
RIYADH – Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman (MBS) dan Presiden China Xi Jinping melakukan komunikasi tingkat tinggi melalui sambungan telepon pada Senin, 20/04/2026 waktu setempat, untuk membahas stabilitas kawasan serta dampaknya terhadap keamanan global dan rantai pasokan energi dunia.
Percakapan tersebut menjadi bagian dari upaya diplomatik kedua negara dalam merespons dinamika konflik regional yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi internasional. Fokus pembicaraan mencakup langkah-langkah deeskalasi ketegangan serta penguatan keamanan, terutama di jalur pelayaran strategis.
Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Selasa, 21/04/2026, melaporkan bahwa “Keduanya juga membahas upaya-upaya untuk meredakan ketegangan dan meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut, khususnya mengenai keamanan maritim dan implikasi ekonominya, serta dampaknya terhadap pasokan global yang vital.”
Selain isu keamanan kawasan, kedua pemimpin juga menyoroti risiko gangguan terhadap jalur perdagangan internasional yang dinilai memiliki pengaruh langsung terhadap perekonomian global, khususnya sektor energi dan logistik lintas negara.
Komunikasi ini menegaskan peran aktif Arab Saudi dan China dalam diplomasi internasional di tengah eskalasi konflik Timur Tengah, sekaligus menunjukkan upaya menjaga keseimbangan stabilitas geopolitik dan ekonomi dunia. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan