Semangat Pantang Menyerah Antar SLBN 3 Banjarmasin Raih Penghargaan

Keikutsertaan perdana SLBN 3 Banjarmasin pada Lomba Mading 3D Museum Wasaka menghasilkan Juara Harapan I sekaligus menjadi bukti kemampuan siswa berkebutuhan khusus bersaing di kompetisi terbuka.

BANJARMASIN – Debut Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 3 Banjarmasin pada Lomba Majalah Dinding (Mading) Tiga Dimensi (3D) Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) berakhir manis setelah tim sekolah tersebut berhasil meraih Juara Harapan I. Capaian itu menjadi bukti kemampuan siswa berkebutuhan khusus bersaing dalam kompetisi yang juga diikuti peserta dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Prestasi tersebut diraih pada keikutsertaan perdana SLBN 3 Banjarmasin dalam ajang yang diselenggarakan Museum Wasaka. Meski sempat menghadapi tantangan beradaptasi dengan konsep perlombaan dan media yang digunakan peserta lain, tim berhasil menunjukkan kreativitas hingga masuk jajaran pemenang.

Guru Pendamping SLBN 3 Banjarmasin Sri Wahyuni mengatakan para siswa awalnya merasa terkejut ketika melihat berbagai perlengkapan dan dekorasi yang digunakan sekolah umum dalam perlombaan.

“Kendati demikian, penyesuaian tersebut berhasil dilalui dengan baik berkat kreativitas serta kebiasaan mereka yang selama ini kerap menggunakan media mading serupa seperti yang biasa disajikan dalam lingkup perlombaan antarsekolah luar biasa di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Sri Wahyuni sebagaimana diberitakan MC Kalsel, Kamis, (24/7/2026).

Menurut Sri Wahyuni, pengalaman pertama mengikuti kompetisi terbuka menjadi proses pembelajaran berharga bagi para siswa. Kemampuan beradaptasi dan semangat untuk terus berkarya menjadi modal utama hingga akhirnya mampu meraih penghargaan.

“Kami sangat senang, senang, juara, apalagi baru pertama kali dan bersaing dengan siswa pada umumnya, kan kami dari SLB ya, jadi merasa bangga, bangga dan senang atas pencapaian di pertama kali ini mendapatkan juara harapan satu,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk berkompetisi dan menghasilkan karya kreatif. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi sekolah lain agar semakin membuka ruang kolaborasi dan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik dalam berbagai ajang pendidikan maupun kreativitas. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com