Serangan Israel ke Lebanon Tewaskan 15 Orang

Serangan Israel ke Lebanon selatan yang dilaporkan menewaskan 15 orang memunculkan pertanyaan atas efektivitas kesepakatan penghentian perang yang melibatkan AS dan Iran.

YERUSALEM – Serangan Israel ke Lebanon selatan memunculkan pertanyaan atas efektivitas kesepakatan penghentian perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Serangan pada Jumat (19/06/2026) itu dilaporkan menewaskan 15 orang, sehari setelah Israel memperluas peta zona kendali militernya di wilayah Lebanon selatan.

Militer Israel mengeklaim serangan tersebut menyasar markas Hizbullah di sejumlah wilayah Lebanon selatan, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Jumat, (19/06/2026). Serangan itu terjadi meski kesepakatan AS-Iran disebut menyerukan penghentian pertempuran di semua lini, termasuk Lebanon, serta penghormatan terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Lebanon.

“Sepanjang malam, tentara terus menerus menyerang teroris dan infrastruktur Hizbullah di beberapa wilayah di Lebanon selatan,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Agence France-Presse (AFP).

Kantor Berita Nasional Lebanon (National News Agency/NNA) melaporkan 15 orang tewas akibat serangan Israel di sejumlah area Lebanon selatan. Sejumlah warga juga melaporkan serangan udara dan gempuran Israel menghantam beberapa kota di Distrik Nabatieh sejak malam hingga Jumat pagi.

Menurut NNA, pengeboman tersebut termasuk yang terberat dalam beberapa pekan terakhir. Situasi itu membuat eskalasi di Lebanon selatan kembali menjadi perhatian setelah adanya kesepakatan sementara yang melibatkan AS dan Iran.

Ketegangan meningkat sehari setelah Israel merilis peta perluasan zona kendali militer di Lebanon selatan. Peta itu menunjukkan area kendali di luar zona sebelumnya dan membuka kemungkinan berlanjutnya operasi militer terhadap Hizbullah.

Seorang pejabat senior Israel menyebut negaranya terlibat dalam negosiasi yang alot dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump terkait penempatan pasukan sejauh 10 kilometer di dalam wilayah Lebanon selatan. Penempatan itu disebut berkaitan dengan upaya Israel mengejar Hizbullah.

Serangan terbaru tersebut memperlihatkan bahwa situasi keamanan di Lebanon selatan masih rentan meski ada kesepakatan penghentian perang di kawasan. Keberlanjutan operasi militer Israel dinilai dapat memperbesar tekanan diplomatik sekaligus menguji komitmen para pihak terhadap upaya meredakan konflik di Timur Tengah. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com