Sugiyono: Manajemen dan Pembukuan Jadi Kunci UMKM Sukses

SAMARINDA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menekankan pentingnya pengelolaan manajemen yang baik bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat berkembang lebih maju dan bertahan dalam persaingan usaha. “Memang UMKM ini kan pertama dari berbagai disiplin, kalau memang mereka yang mungkin pernah kuliah mungkin dapat ilmu lah,” ujar Helmi saat ditemui di halaman Kantor DPRD Kota Samarinda, Kamis (28/08/2025) pagi.

Ia menilai, kunci utama kesuksesan sebuah usaha tidak hanya terletak pada produk yang ditawarkan, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara profesional dan berkelanjutan. “Selama ini kalau kita melihat kunci dari kesuksesan sebuah usaha atau ekonomi tadi saya bilang, satu bagaimana mengelola manajemen yang baik, dua bagaimana mempertahankan rasa yang baik, yang ketiga itu menabung,” katanya.

Helmi menambahkan, aspek manajemen usaha menjadi hal paling mendasar yang wajib diperhatikan oleh pelaku UMKM, salah satunya dengan menyusun pembukuan yang benar dan teratur. “Kuncinya tadi manajemen, salah satunya membuat yang namanya pembukuan,” ucapnya.

Menurutnya, kelemahan yang sering ditemui pada UMKM adalah kurangnya pencatatan keuangan yang benar sehingga usaha menjadi sulit berkembang dan tidak memiliki arah yang jelas. “Memang kelemahan dari UKM itu kadang-kadang mereka nggak punya pembukuan yang betul gitu, hanya dicatat-catat saja,” ujarnya.

Ia berharap para pelaku UMKM bisa memanfaatkan perkembangan teknologi, salah satunya dengan belajar secara mandiri melalui berbagai platform digital yang sudah menyediakan beragam panduan pengelolaan usaha namun jika ada lembaga yang mengadakan pelatihan diharapkan mereka ikut. “Jadi harapan kita banyak sekarang UMKM itu bisa belajar di Youtube juga sudah ada cara untuk berlatih itu kan, tapi kalau ada lembaga-lembaga yang melakukan pelatihan, harapan saya mereka harus ikut,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya pemahaman mengenai laporan keuangan, manajemen stok, hingga penghitungan break even point (BEP) agar pelaku usaha dapat mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk kembali modal. “Jadi biar tahu bagaimana membuat laporan keuangan, bagaimana harus tahu melakukan stok keuangan, sehingga tahu yang namanya break even point, kembali modal itu berapa lama,” tuturnya.

Helmi menambahkan bahwa dengan disiplin dan konsistensi dalam manajemen, pelaku UMKM yang awalnya memulai usaha kecil-kecilan dari rumah maupun menyewa tempat, pada akhirnya bisa berkembang dan memiliki tempat usaha permanen. “Sehingga nanti yang awalnya nyewa atau di depan rumah, nanti terakhirnya bisa beli tanah maupun ruko,” pungkasnya. []ADVERTORIAL 

Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com